Jumat, 28 Oktober 2011

laporan praktek penyuluhan

LAPORAN PRAKTIK PENYULUHAN
PENGENALAN PENYAKIT MALARIA DAN UPAYA PENCEGAHANNYA DI DESA SINGAMERTA RT 02 RW 01 KECAMATAN SIGALUH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2011






DISUSUN OLEH:
1. AGUS SETIAWAN (B1003002)
2. ARINAH (B1003005)
3. DIAN CANTIKASARI (B1003009)
4. ENDAH SETYO R (B1003011)
5. EVI NURHIDAYAH (B1003014)
6. FERDIAN BULAN P (B1003016)
7. GENTUR TRI UTOMO (B1003020)
8. IKA ELIS KURNIAWATI (B1003024)
9. IRMA SETIYANI (B1003027)
10. KAROMAT (B1003030)


PROGRAM STUDI DIII KESEHATAN LINGKUNGAN 2011
POLITEKNIK BANJARNEGARA
2011

KATA PENGANTAR


Assalamualaikum Wr. Wb
Puji syukur telah penulis panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. karena berkat limpahan rahmat, taufik, hidayah serta inayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Praktek Penyuluhan ini.
Maksud dan tujuan dari penulisan Laporan Praktek Penyuluhan ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Dasar-dasar Komunikasi dan dengan harapan pembaca dapat lebih mengerti, dan memahami tentang penyakit malaria.
Penulis juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian Laporan Praktek Penyuluhan ini.
Penulis menyadari bahwa Laporan Praktek Penyuluhan ini masing dalam ketidaksempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun akan senantiasa penulis harapkan dalam upaya penyempurnaan Laporan Praktek Penyuluhan ini.
Akhirnya penulis berharap, Laporan Praktek Penyuluhan ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca dalam kegiatan belajar mengajar.
Wassalamualaikum Wr. Wb

Banjarnegara, Mei 2011


Penulis

DAFTAR ISI






























BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Malaria merupakan suatu masalah kesehatan yang banyak terjadi pada Negara-negara tropis. Malaria juga dapat menjadi suatu masalah bagi orang-orang yang berkunjung kenegara-negara tropis tersebut. Malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh parasit jenis plasmodium ditandai demam berkala, menggigil dan berkeringat. Penyakit ini dapat mengakibatkan kematian bagi penderitanya. Penyakit malaria yang terjadi pada manusia memiliki 4 jenis dan masing-masing disebabkan oleh spesies parasit yang berbeda. Vektor yang berperan dalam penularan penyakit ini adalah nyamuk Anopheles betina yang dapat berkembang biak digenangan-genangan air yang kotor di luar rumah.
Kegiatan Penyuluhan tentang pengenalan penyakit malaria dan upaya pencegahannya ini dimulai dengan penentuan lokasi berdasarkan data kasus malaria yang pernah terjadi. Daerah yang terpilih sebagai lokasi penyuluhan tentang pengenalan penyakit malaria dan upaya pencegahannya adalah di desa Singamerta Rt 02 Rw 01 Kecamatan Sigaluh Kabupaten Banjarnegara. Banjarnegara merupakan salah satu kabupaten yang dibeberapa daerah didalamnya merupakan daerah endemis malaria yang hingga saat ini masih menjadi salah satu masalah di daerah tersebut. Oleh karena itu kami melakukan salah satu usaha agar dapat meminimalisir masalah yang ada tersebut dengan melakukan penyuluhan dan agar dapat menambah wawasan masyarakat mengenai penyakit malaria. Kami melakukan penyuluhan dengan audiens adalah ibu-ibu PKK karena lingkungan terkecil dalam pencegahan malaria adalah keluarga, dan ibu-ibu PKK tersebutlah yang biasanya mengurus kebersihan rumah masing-masing. Oleh karena itu kami memberi penyuluhan agar ibi-ibu PKK mengerti dan memahami bahaya malaria sehingga senantiasa menjaga lingkungannya. Dari hal tesebutlah kami mengambil tema pengenalan penyakit malaria dan upaya pencegahannya.

B. Tujuan
Adapun tujuan dari pelaksanaan penyuluhan tentang malaria ini yaitu:
1. Untuk memberikan pengetahuan tentang segala sesuatu mengenai penyakit malaria, baik dari pengertian, hingga cara pencegahannya.
2. Untuk memberikan informasi agar masyarakat desa Singomerto Rt 02 Rw 01 terhindar dari malaria.
3. Untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Dasar-dasar Komunikasi.














BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian malaria
Malaria adalah penyakit yang dapat bersifat cepat maupun lama prosesnya, malaria disebabkan oleh parasit malaria atau protozoa genus plasmodium bentuk aseksual yang masuk kedalam tubuh manusia ditularkan oleh nyamuk malaria (Anopheles) betina (WHO 1981) ditandai dengan demam, muka pucat, dan pembesaran organ tubuh manusia. Parasit malaria pada manusia yang menyebabkan malaria adalah plasmodium Falciparum, Plasmodium Vivax, Plasmodium Ovale,dan Plasmodium Malariae. Parasit malaria terbanyak di Indonesia adalah plasmodium Falcipharum dan plasmodium Vivax atau campuran keduanya, sedangkan plasmodium Ovale dan Malariae pernah ditemukan di Sulawesi, Irian Jaya. Dan Negara Timor Leste. (WHO, 1997)
Penyakit malaria adalah infeksi yang disebabkan oleh parasit malaria, yang merupakan suatu protozoa darah termasuk :
• Filum : Apicomplexa
• Klas : Sporozoa
• Sub klas : Cocidiidae
• Ordo : Eucoccidiidae
• Sub ordo : Haemosporidiidae
• Familia : Plasmodiidae
• Genus : Plasmodium
Genus plasmodium secara umum dibagi menjadi 3 (tiga) sub genus yaitu sub genusplasmodium dengan spesies yang menginfeksi manusia adalah Plasmodium vivax, Plasmodium ovale dan Plasmodium malariae, sub genus laverania dengan spesies yang menginfeksi manusia adalah Plasmodium falciparum dan sub genus vinckeia hanya menginfeksi kelelawar dan binatang pengerat lainnya (Depkes, 1999).
Definisi penyakit malaria menurut World Health Organization (WHO) adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit malaria (plasmodium) bentuk aseksual yang masuk ke dalam tubuh manusia yang ditularkan oleh nyamuk malaria (Anopheles spp) betina. Definisi penyakit malaria lainnya adalah suatu jenis penyakit menular yang disebabkan oleh agent tertentu yang infektif dengan perantara suatu vektor dan dapat disebarkan dari suatu sumber infeksi kepada host. Penyakit malaria termasuk salah satu penyakit menular yang dapat menyerang semua orang, bahkan mengakibatkan kematian terutama yang disebabkan oleh parasit Plasmodium falciparum (Depkes, 2003).

B. Penularan malaria
Secara umum penyebaran penyakit malaria sangat dipengaruhi oleh tiga faktor yang saling mendukung yaitu host, agent dan environment sesuai teori The Traditional (Ecological) Model yang dikemukakan oleh Dr.John Gordon (Kodim, 1999).
1. Faktor host (manusia dan nyamuk)
Host pada penyakit malaria terbagi atas dua yaitu Host Intermediate (manusia) dan Host Definitif (nyamuk). Manusia disebut sebagai Host Intermediate (penjamu sementara) karena di dalam tubuhnya terjadi siklus aseksual parasit malaria. Sedangkan nyamuk Anopheles spp disebut sebagai Host Definitif (penjamu tetap) karena di dalam tubuh nyamuk terjadi siklus seksual parasit malaria (Depkes, 1999).
• Host intermediate
Pada dasarnya setiap orang dapat terinfeksi oleh agent biologis (Plasmodium), tetapi ada beberapa faktor intrinsik yang dapat memengaruhi kerentanan host terhadap agent yaitu usia, jenis kelamin, ras, riwayat malaria sebelumnya, gaya hidup, sosial ekonomi, status gizi dan tingkat immunisasi.
a. Usia, bagi anak laki-laki lebih rentan terhadap infeksi penyakit malaria.
b. Jenis kelamin, perbedaan jenis kelamin tidak berpengaruh terhadap kerentanan individu, tetapi bila malaria terjadi pada wanita hamil akan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan ibu dan anaknya, seperti anemia berat, berat badan lahir rendah (BBLR), abortus, partus prematur dan kematian janin intrauterine.
c. Ras, beberapa ras manusia atau kelompok penduduk mempunyai kekebalan alamiah terhadap malaria, misalnya : orang Negro di Afrika Barat dan keturunannya di Amerika dengan golongan darah Duffy (-) tidak dapat terinfeksi oleh Plasmodium vivax karena golongan ini tidak mempunyai reseptornya (Pribadi, 1994).
d. Riwayat malaria sebelumnya, orang yang pernah terinfeksi malaria sebelumnya biasanya akan terbentuk immunitas sehingga akan lebih tahan terhadap infeksi malaria berikutnya
e. Cara hidup, kebiasaan tidur tidak memakai kelambu dan sering berada di luar rumah pada malam hari sangat rentan terhadap infeksi malaria.
f. Sosial ekonomi, keadaan sosial ekonomi masyarakat yang bertempat tinggal di daerah endemis malaria erat hubungannya dengan infeksi malaria.
g. Status gizi, keadaan gizi agaknya tidak menambah kerentanan terhadap malaria.Ada beberapa studi yang menunjukkan bahwa anak yang bergizi baik justru lebih sering mendapat kejang dan malaria selebral dibandingkan dengan anak yang bergizi buruk. Tetapi anak yang bergizi baik dapat mengatasi malaria berat dengan lebih cepat dibanding anak yang bergizi buruk.
h. Immunitas, masyarakat yang tinggal di daerah endemis malaria biasanya mempunyai immunitas alami sehingga mempunyai pertahanan alamiah terhadap infeksi malaria (Depkes, 1999).
• Host definitif
Host definitif yang paling berperan dalam penularan penyakit malaria dari orang yang sakit malaria kepada orang yang sehat adalah nyamu Anopheles spp betina. Hanya nyamuk Anopheles spp betina yang menghisap darah untuk pertumbuhan telurnya. Host definitif ini sangat dipengaruhi oleh dua faktor yaitu : perilaku nyamuk itu sendiri dan faktor-faktor lain yang mendukung (Depkes, 1999).
1. Perilaku nyamuk, pada prinsipnya perilaku nyamuk dapat dibagi menjadi empat kategori, yaitu perilaku hidup, perilak berkembangbiak, perilaku mencari darah dan perilaku istirahat
a. Perilaku nyamuk, suatu daerah akan disenangi nyamuk sebagai habitatnya apabila daerah tersebut memenuhi syarat sebagai berikut : tersedia tempat beristirahat, tersedia tempat untuk mencari darah dan tersedia tempat untuk berkembang biak.
b. Perilaku berkembangbiak, masing-masing jenis nyamuk mempunyai kemampuan untuk memilih tempat berkembangbiak sesuai dengan kesenangan dan kebutuhannya, misalnya Anopheles sundaicus lebih senang di air payau dengan kadar garam 12 – 18‰ dan terkena sinar matahari langsung sedangkan Anopheles maculates lebih senng di air tawar dan terlindung dari sinar matahari.
c. Perilaku mencari darah, hanya nyamuk Anopheles spp betina yang menghisap darah dibutuhkan untuk pertumbuhan telurnya. Bila dipelajari lebih jauh perilaku nyamuk mencari darah terbagi atas empat hal yaitu : (1) berdasarkan waktu menggigit, mulai senja hingga tengah malam dan menggigit mulai tengah malam hingga dini hari pagi, (2) berdasarkan tempat, eksopagik (lebih suka menggigit di luar rumah) dan endopagik (lebih suka menggigit di dalam rumah), (3) berdasarkan sumber darah, anthropofilik (lebih suka menggigit manusia) dan zoofilik (lebih suka menggigit hewan) dan Anthrozoofilik (lebihsuka menggigit manusia dan hewan), (4) berdasarkan frekuensi menggigit,tergantung spesiesnya dan dipengaruhi oleh temperatur dan kelembaban yang disebut dengan siklus gonotrofik. Untuk daerah tropis biasanya siklus ini berlangsung sekitar 48-96 jam.

d. Perilaku istirahat,
(1) istirahat berdasarkan kebutuhan yaitu istirahat
sebenarnya yang merupakan masa menunggu proses perkembangan telur dan istirahat sementara, yaitu masa sebelum dan sesudah mencari darah,
(2)istirahat berdasarkan kesukaan, eksofilik (lebih suka beristirahat di luar rumah) dan endofilik (lebih suka istirahat di dalam rumah).


e. Faktor lain yang mendukung:
a. Umur nyamuk, semakin panjang umur nyamuk semakin besar kemungkinannya untuk menjadi penular atau vektor malaria.
b. Kerentanan nyamuk terhadap infeksi gametosit.
c. Frekuensi menggigit manusia. Siklus gonotrofik yaitu waktu yang diperlukan untuk mematangkan sel telur sebagai indikator untuk mengukur interfal menggigit nyamuk pada objek yang digigit manusia
2. Syarat-syarat nyamuk sebagai vector:
a. Tingkat kepadatan Anopheles spp disekitar pemukiman manusia yang sesuai dengan daya jangkau atau kemampuan terbang nyamuk antara 2-3 km.
b. Umur nyamuk, lamanya hidup nyamuk harus cukup lama sehingga parasit dapat menyelesaikan siklus sporogoni di dalam tubuh nyamuk.
c. Adanya kontak dengan manusia, jika nyamuk yang ada kesukaannya menghisap darah manusia (Anthropofilik).
d. Kerentanan nyamuk terhadap parasit, hanya spesies nyamuk Anopheles spp tertentu yang efektif sebagai penular malaria kepada manusia.
e. Adanya sumber penular, pada umumnya nyamuk yang baru menetas tidak mengandung parasit dan baru akan menjadi vektor bila terdapat parasit yang berasal dari objek gigitan dan menjadi infektif setelah menyelesaikan siklus hidupnya (Depkes, 2007).
• Faktor agent
Pada tahun 1880 Charles Louis Alphonso Laveran di Al Jazair menemukan parasit malaria dalam darah manusia. Selanjutnya pada tahun 1886 Golgi di Italia menemukan Palasmodium vivax dan Plasmodium malariae, serta pada tahun 1890 Celli dan Marchiava menemukan Plasmodium falciparum (Pribadi, 1994).
Parasit malaria yang terdapat pada manusia ada empat spesies yaitu:
 Plasmodium falciparum penyebab malaria tropika yang menyebabkan malaria
 berat.
 Plasmodium vivax penyebab malaria tertiana.
 Plasmodium malariae penyebab malaria quartana.
 Plasmodium ovale spesies ini banyak dijumpai di Afrika dan Fasifik Barat (Depkes, 1999).
• Faktor lingkungan
Faktor lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan dimana manusia dannyamuk berada yang memungkinkan terjadinya penularan malaria setempat(indigenous), lingkungan tersebut terbagi atas lingkungan fisik, lingkungan kimia,lingkungan biologik dan lingkungan sosial budaya.
1. Lingkungan fisik : meliputi suhu, kelembaban, hujan, ketinggian, angin, sinar matahari dan arus air.
2. Lingkungan kimia : meliputi kadar garam yang cocok untuk berkembangbiaknyanyamuk Anopheles sundaicus.
3. Lingkungan biologik : adanya tumbuhan, lumut, ganggang, ikan kepala timah, gambusia, nila sebagai predator jentik Anopheles spp, serta adanya ternak sapi, kerbau dan babi akan mengurangi frekuensi gigitan nyamuk pada manusia.
4. Lingkungan sosial budaya : meliputi kebiasaan masyarakat berada di luar rumah, tingkat kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyakit malaria dan pembukaan lahan dengan peruntukannya yang memengaruhi derajat kesehatan masyarakat dengan banyak menimbulkan breading places potensial untuk berkembangbiaknya nyamuk Anopheles spp (Depkes, 2003).
3. Pemberantasan
Program pemberantasan malaria dapat didefinisikan sebagai usaha terorganisir untuk melaksanakan berbagai upaya menurunkan penyakit dan kematian yang diakibatkan malaria, sehingga tidak menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama dengan upaya-upaya :
1) menghindari atau mengurangi kontak gigitan nyamuk Anopheles spp dengan memakai kelambu, penjaringan rumah, pemakaian repellent dan obat nyamuk,
2) membunuh nyamuk dewasa dengan menggunakan berbagai insektisida,
3) membunuh jentik (tindakan anti larva) baik secara kimiawi (larvacida) maupun biologi (ikan, tumbuhan, jamur, bakteri),
4) mengurangi tempat perindukan (source reduction),
5) mengobati penderita malaria,
6) pemberian pengobatan pencegahan (profilaksis) dan vaksinasi (masih dalam tahap riset dan clinical trial) (Harijanto, 2000).










BAB III
MATERI PENYULUHAN
A. Pengertian
Penyakit malaria adalah penyakit menular yang menyerang manusia dan disebabkan oleh Parasit (Plasmodium) yang masuk tubuh melalui gigitan nyamuk Anopheles betina.
Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh protozoa yang disebut Plasmodium, yang dalam salah satu tahap perkembang biakannya akan memasuki dan menghancurkan sel-sel darah merah. Plasmodium adalah binatang bersel satu ( parasit ) yang hidup dalam darah, menyerang sel darah merah dan menyebabkan sakit malaria. Plasmodium yang menyebarkan penyakit malaria berasal dari spesies Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax, Plasmodium ovale,dan Plasmodium malariae.
Vektor yang berperan dalam penularan penyakit ini adalah nyamuk Anopheles, terutamanya Anopheles sundaicus di Asia dan Anopheles gambiae di Afrika. Malaria adalah sejenis penyakit menular yang dalam manusia sekitar 350-500 juta orang terinfeksi dan lebih dari 1 juta kematian setiap tahun, terutama di daerah tropis dan di Afrika di bawah gurun Sahara.
B. Jenis-jenis Plasmodium
Ada empat jenis Plasmodium yang dapat menyebabkan penyakit malaria, yaitu sebagai berikut :
• Plasmodium Vivax, menyebabkan malaria vivax yang disebut pula sebagai malaria tertiana.
• Plasmodium falciparum, menyebabkan malaria falciparum yang dapat pula disebut sebagai malaria tersiana.
• Plasmodium malariae, menyebabkan malaria malariaeatau malaria kuartana karena serangan demam berulang pada tiap hari keempat.

• Plasmodium ovale, menyebabkan malaria ovale dengan gejala mirip malari vivax. Malaria ini merupakan jenis ringan dan dapat sembuh sendiri

C. Derajat Kesehatan Malaria Menurut HL. Bloom
1. Genetika / keturunan
2. Pelayanan Kesehatan
• Tidak ada petugas/petugas tdk aktif
• Posmaldes tak aktif, Jauh
• Obat kurang/tdk ada
• Jml penyuluhan kurang
3. Lingkungan / Alam
• Kandang menempel,
• Rumah tdk rapat
• Banyak genangan
• Tanam padi tdk serempak
• Kerusakan hutan bakau
• Ada penderita & Nyamuk
4. Perilaku
• Begadang diluar
• Tdr tanpa kelambu
• Keluar masuk daerah endemis








D. Bahaya malaria
1. Kekurangan darah (Anemia)
• Daya tahan menurun à Komplikasi
• Daya kerja kurang
2. Pertumbuhan otak / kecerdasan pada anak balita dan anak usia sekolah Pada Ibu Hamil :
• Bayi lahir mati, bayi BBLR, bayi anemia, ibu hamil meninggal.
3. Pembuluh darah otak tersumbat:
• Kejang-kejang, hilang kesadaran, pingsan à koma, hilang ingatan, Kematian
E. Penularan malaria
Penularan penyakit malaria dapat dipengaruhi oleh
• Lebih dari 99,9 % penularan malaria terjadi karena gigitan yamuk Anopheles betina.
• Penularan lain dapat terjadi melalui tranfusi / donor darah atau melalui plasenta bayi bila ibu hamil mengidap penyakit malaria

F. Faktor terjadinya penularan malaria
Faktor terjadinya malaria disebabkan oleh
• Adanya vector atau tersangka vector.
• Tersedianya tempat perindukan nyamuk
• Adanya pembangunan atau aktivitas penduduk
• Perilaku penduduk yang sinkron dengan perilaku vector
• Tingginya mobilitas penduduk
• Kualitas pelayanan kesehatan


G. Gejala malaria
1. Gejala Malaria Ringan
• Demam sampai menggigil tetapi suhu badan tinggi, sakit kepala, sakitotot dan tulang.
• Pucat karena kurang darah.
• Kemudian berkeringat dingin, diiringi turunnya suhu badan.
• Kadang-kadang perasaan lesu/lemah, mual dan muntah.
• Nafsu makan berkurang.

2. Gejala malaria Berat :
• Kejang-kejang à Pingsan sampai koma.
• Kehilangan kesadaran.
• Kuning pd mata, panas tinggi.
• Kencing warna teh tua.
• Muntah terus

H. Ciri-ciri Nyamuk Anopheles
1. Sewaktu hinggap atau menggigit badannya menungging (membentuk sudut).
2. Menggigit pada senja hari dan menjelang malam, didalam dan atau di luar rumah. Ada jg yg mempunyai waktu puncak menggigit pada tengah malam dan menjelang fajar.
3. Sesudah menggigit, nyamuk beristirahat pada dinding dalam rumah yang gelap, lembab, pakaian yg digantung, dibawah meja, di sekitar tempat tidur atau dibawah dan dibelakang almari.
4. Dapat beristirahat di luar rumah : semak-semak, tebing, parit dan sekitar kandang.
I. Tempat Perkembangbiakan Nyamuk Anopheles
1. Sawah bertingkat, kobakan air di kebun dan sekitar hutan.
2. Mata air : dekat sungai, di kebun.
3. Kolam, rawa-rawa di sekitar pantai (air payau) yang ditumbuhi lumut atau ganggang.
4. Saluran air dengan aliran air lambat di sekitar pemukiman.
5. Tambah-tambak atau kolam yang tidak terawat.

J. Pencegahan Malaria
Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal merupakan salah satu langkah yang penting untuk mencegah gigitan nyamuk yang aktif di malam hari ini. Keberhasilan langkah ini sangat ditentukan oleh kesadaran masyarakat setempat. Pencegahan tanpa obat, yaitu dengan menghindari gigitan nyamuk dapat dilakukan dengan cara :
1. Hindari gigitan nyamuk penular malaria (Anopheles), antara lain dengan:
• Menggunakan kelambu sewaktu tidur.
• Olesi tubuh/badan dengan minyak sereh, minyak kayu putih atau obat oles anti nyamuk.
• Semprotkan obat nyamuk sebelum tidur atau
• Menggunakan obat nyamuk bakar.
• Memasang kawat kasa pada lubang ventilasi.
• Upayakan sedikit mungkin pakaian tergantung di dalam kamar.
• Jangan begadang diluar rumah pd malam hari. Bila keluar pakailah pakaian yg tertutup, lengan panjang, pakai obat anti nyamuk oles.
• Tempatkan kandang ternak terpisah dari rumah
2. Kendalikan kepadatan nyamuk penular malaria :
• Bersihkan lingkungan rumah dari semak-semak yang rimbun, agar sinar matahari bisa menerangi.
• Bersihkan parit atau selokan agar tidak terjadi genangan air.
• Mengeringkan tempat-tempat genangan air yang tidak diperlukan.
• Melaksanakan kegiatan mina padi di sawah.
• Mengatur pola tanam padi secara serempak atau berselang (padi-palawija-padi).
• Tebarkan ikan pemakan jentik pada genangan-genangan potensial (tambak ikan). Seperti: ikan capung, ikan tawes, ikan nila, dan masih banyak lagi.

K. Tindakan Yang Harus Dilakukan Apabila Mengidap Malaria
1. Segera periksa ke tempat pelayanan kesehatan terdekat.
2. Melapor kepada kader kesehatan, kader posmaldes, juru malaria desa atau petugas kesehatan yang lain.
3. Ceritakan keluhan saudara secara benar.

L. Yang Harus Dilakukan Oleh Kader POSMALDES atau JMD
1. Menyebarluaskan informasi tentang Surveilan Migrasi kepada Masy. Yg lain.
2. Memberikan laporan/info kpd JMD/Bidan adanya pendatang yg baru pulang dari daerah endemis.
3. Pengambilan Sedian Darah pada ujung jari manis kiri untuk preparat guna pemeriksaan laborat guna memastikan ada tidaknya parasit malaria.
4. Pengobatan pendahuluan ( klinis ) berupa kombinasi obat kloroquin dan primaquin untuk 3 hari.
5. Mengawasi lingkungan yang potensial utk perkembangbiakan nyamuk dan melaporkannya kepada JMD.

M. Masalah Pemberantasan Malaria di Banjarnegara
Dapat kita ketahui bahwa di Banjarnegara masih banyak daerah yang terkena penyakit malaria, Hal ini terjadi karena masih ada masalah pembrantasan malaria seperti berikut:
1. Meningkatnya kasus import malaria dari daerah endemis luar Jawa.
2. Kurang optimalnya pengamatan migrasi
3. Kurangnya kepatuhan penderita untuk minum OAM dan belum semua kasus di Follow up.
4. Sistem Kewaspadaan Dini (SKD) masih lemah.
5. Sebagian besar kondisi geografis yg sulit dijangkau, sehingga berpengaruh terhadap akses yankes.
6. Belum optimalnya upaya pencegahan.
7. Anggaran maintenance pemberantasan melalui APBD kabupaten cenderung menurun, karena penurunan kasus
BAB IV
PELAKSANAAN
A. HARI DAN TANGGAL
Penyuluhan dilaksanakan pada Hari Sabtu, 14 Mei 2011

B. TEMPAT DAN WAKTU
Penyuluhan dilaksanakan di desa Singomerto Rt 02 Rw 01 Kecamatan Sigaluh Kabupaten Banjarnegara pada pukul 16.00 – selesai

C. AUDIENS
Penyuluhan diikuti oleh audiens yaitu Ibu-ibu PKK desa Singamerta Rt 02 Rw 01

D. DESKRIPSI SINGKAT PELAKSANAAN
Penyuluhan yang kami laksanakan di Desa Singomerto RT02/01 pada hari Sabtu 14 mei 2011 di ikuti oleh 10 anggota kelompok dan juga beberapa teman-teman mahasiswa lainnya. Selain itu, penyuluhan juga dihadiri oleh Dosen Pembimbing, yaitu Ibu Barni S.Pd. Kami berkumpul di tempat tujuan pukul 15.30 WIB. Setelah semua anggota sampai ditempat tujuan dan sambil menunggu audiens berkumpul, kami memulai mempersiapkan semua peralatan yang akan kami gunakan, seperti mempersiapkan daftar hadir untuk audiens dan mempersiapkan LCD dll.
Setelah semua peralatan yang akan digunakan sudah siap dan para audiens pun sudah berkumpul, acara segera dilaksanakan. Namun, sebelum acara dimulai acara dibuka dengan mengisi praacara yaitu menyanyikan lagu mars PKK yang dipimpin oleh Ibu Romi. Setelah itu, acara dibuka dan diisi sambutan-sambutan.Sambutan yang pertama yaitu dari Ketua RT, kemudian dari Ketua Panitia dan terakhir dari Dosen Pembimbing.
Acara inti pun dimulai dengan penyampaian materi penyuluhan yang bertemakan Malaria. Penyampaian materi ini disampaikan oleh saudara Ferdian Bulan P. yang kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Pada sesi tanya jawab ini, banyak ibu-ibu PKK yang bertanya, hal ini menunjukkan bahwa ibu-ibu PKK tersebut memberikan respon yang baik terhadap penyuluhan yang disampaikan karena mereka memiliki rasa ingin tahu yang tinggi sehingga mereka banyak mengajukan pertanyaan, dan meminta penjelasan dari jawaban yang diberikan dengan sangat detail.
Selain itu, kemungkinan mereka antusias untuk bertanya karena ingin mendapatkan doorprize yang telah disediakan oleh panitia. Ibu-ibu PKK itu pun mendapatkan doorprize, dengan kriteria doorprize untuk penanya tersulit, dsb. Acara dilanjutkan dengan arisan ibu-ibu PKK tersebut dan bersamaan dengan foto-foto.
Setelah serangkaian acara dilaksanankan, acara pun ditutup oleh pembawa acara. Dan dilanjutkan dengan berjabat tangan antara ibu-ibu PKK dengan teman-teman Mahasiswa dan juga Dosen Pembimbing. Acara selesai pada pukul 17.30 WIB.

E. SUSUNAN ACARA
1. Pra acara diisi dengan menyanyikan lagu Mars PKK
2. Pembukaan
3. Sambutan-sambutan
• Sambutan dari Ketua RT
• Sambutan dari Ketua Panitia
• Sambutan dari Dosen Pembimbing
4. Acara inti diisi dengan Penyampaian Materi
5. Sesi Tanya Jawab
6. Pembagian Doorprize
7. Lain-lain diisi dengan arisan ibu-ibu PKK
8. Penutup

F. PEMBAGIAN TUGAS ANGGOTA KELOMPOK
• Ketua Panitia : Arinah
• Penyampai Materi : Ferdian Bulan Purbayu
• Pembawa Acara : Evi Nurhidayah
• Seksi Dokumentasi : 1. Agus Setiawan
2. Gentur Tri Utomo
3. Karomat
• Penerima Audiens : 1. Ika Elis Kurniawati
2. Irma Setyani
• Seksi Konsumsi : 1. Dian Cantikasari
2. Endah Setyo R

G. PERALATAN
Adapun peralatan yang kami butuhkan yaitu:
1. LCD
2. Camera
3. Laptop
4. Meja

H. PENDANAAN
Dana yang kami dapat yaitu:
Iuran 10 mahasiswa @ Rp.10.000 Rp. 100.000
Pembelian
• Doorprize Rp. 40.000
• Leaflet Rp. 20.000
• Pembuatan Laporan Rp. 10.000
• Konsumsi Rp. 30.000 +
JUMLAH Rp. 100.000
Sisa Rp. 0

BAB V
EVALUASI

A. FAKTOR PENDUKUNG
1. JARAK
Jarak yang kami tempuh dari Politeknik Banjarnegara menuju tempat tujuan relatif dekat, selain itu, akses jalan menuju tempat tujuan juga mudah dan baik sehingga kami lancar dalam perjalanan.
2. AUDIENS
Penyuluhan dapat berjalan dengan lancar selain karena sebelumnya telah dilakukan persiapan yang matang oleh anggota juga dikarenakan para audiens yang cukup mendukung berjalannya acara. Hal tersebut ditunjukkan dengan keaktifan para audiens pada saat sesi tanya jawab.

B. FAKTOR PENGHAMBAT / KENDALA
1. CUACA
Cuaca pada saat kami melaksanakan penyuluhan di desa Singomerto pada waktu itu hujan cukup deras sehingga mengganggu kami di dalam perjalanan karena kami harus membawa peralatan seperti LCD, Laptop, dll yang akan digunakan.

2. TEMPAT
Tempat pelaksanaan penyuluhan sangat terbatas karena mahasiswa dan audiens yang datang cukup banyak sehingga acara penyuluhan sedikit terganggu karena tempat duduknya saling berhimpitan.



BAB VI
PENUTUP

A. KESIMPULAN
1. Pengertian dan cara pencegahan malaria adalah:
a. Penyakit malaria adalah penyakit menular yang menyerang manusia dan disebabkan oleh Parasit (Plasmodium) yang masuk tubuh melalui gigitan nyamuk Anopheles betina.
b. Cara Pencegahan Malaria:
• Hindari gigitan nyamuk penular malaria (Anopheles)
• Kendalikan kepadatan nyamuk penular malaria
2.







a. SARAN











DAFTAR PUSTAKA
• http://www.wikipedia.org/wiki/Malaria.
• http://www.tempointeraktif.com/hg/narasi/2004/03/28/nrs
• http://www.conectique.com/tips_solution/health/disease/article.php?article
• http://www.litbang.depkes.go.id/~djunaedi/data/Emil.pdf
• http://www.penyakitmenular.info
• http://www.wartamedika.com/2006/09/pencegahan-malaria.html
• http://www.geocities.com/mitra_sejati_2000/malaria.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar