Kamis, 27 Januari 2011

makalah bahasa indonesia

MAKALAH
BAHASA INDONESIA








Disusun oleh:
Nama : Evi Nurhidayah
NIM : B1003014
Kelas : Kesling A










DIREKTORAT PERGURUAN TINGGI
POLITEKNIK BANJARNEGARA
PROGRAM STUDI KESEHATAN LINGKUNGAN
2010
KATA PENGANTAR


Assalamualaikum Wr. Wb
Puji syukur telah penulis panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. karena berkat limpahan rahmat, taufik, hidayah serta inayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah bahasa Indonesia ini.
Maksud dan tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia dan dengan harapan pembaca dapat lebih mengerti, memahami dan menerapkan penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari.
Penulis juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masing dalam ketidaksempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan senantiasa penulis harapkan dalam upaya penyempurnaan laporan ini.
Akhirnya penulis berharap, makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca dalam kegiatan belajar mengajar.
Wassalamualaikum Wr. Wb

Banjarnegara, Oktober 2010


Penulis

DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang 1
B. Tujuan 2
C. Rumusan Masalah 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Keberadaan dan Fungsi Bahasa 3
B. Penalaran dalam Bahasa 6
C. Kebenaran sebagai Dasar Penelitian 9
D. Pilihan Kata dan Definisi 10
E. Kalimat Efektif 11
F. Paragraf 13
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan 17
B. Saran 17













BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Bahasa adalah alat untuk berkomunikasi yang digunakan manusia dengan sesama anggota masyarakat lain pemakai bahasa itu. Bahasa itu berisi pikiran, keinginan, atau perasaan yang ada pada diri si pembicara atau penulis. Bahasa yang digunakan itu hendaklah dapat mendukung maksud secara jelas agar apa yang dipikirkan, diinginkan, atau dirasakan itu dapat diterima oleh pendengar atau pembaca
Tanpa bahasa mungkin pesan yang akan disampaikan dalam komunikasi tidak akan tersampaikan. Dalam sebuah negara bahasa khususnya bahasa nasional memiliki peran yang sangat penting yaitu sebagai ciri khas suatu bangsa dan juga sebagai alat pemersatu antar warga negara dalam negara tersebut. Misalnya adalah bahasa Indonesia, di negara Indonesia bangsa Indonesia dijadikan sebagai alat komunikasi antar warga negara Indonesia selain bahasa daerah. Bangsa Indonesia memiliki atau berasal dari bahasa-bahasa daerah yang ada di Indonesia.
Keberadaan bahasa Indonesia saat ini mulai terganti dengan keberadaan bahasa asing,hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Keberadaan bahasa Indonesia yang dalam posisi cukup rawan ini harus mulai dikembalikan lagi dalam posisi atau fungsi yang semula. Proses untuk mengembalikan fungsi ini memerlukan waktu yang tidak singkat dan diperlukan rasa kebersamaan karena ini merupakan tanggung jawab bersama dari seluruh warga negara Indonesia. Bahasa Indonesia yang merupakan ciri khas bangsa dan warga Indonesia harusnya digunakan dalam berbagai aspek, jangan hanya sebagai bahasa selingan dalam bahasa asing.Bahasa Indonesia pada dewasa ini juga telah menjadi mata kuliah wajib di seluruh perguruan tinggi di Indonesia yang diberikan disemua jenjang dan jalur pendidikan.




B. Perumusanmasalah
Dari masalah yang akan dibahas, dapat dirumuskan :
 Apa arti dari Bahasa Indonesia dalam pembelajaran?
 Bagaimana keberadaan dan fungsi bahasa?
 Bagaimana penalaran dalam bahasa?
 Apa yang dimaksud dengan kebanaran sebagai dasar penelitian?
 Apa yang dimaksud pilihan kata dan definisi?
 Apakah yang dimaksud dengan kalimat efektif?
 Apa yang dimaksud dengan paragraph?

C. Tujuan
 Untukmemenuhi syarat penilaian tugas mata kuliah Bahasa Indonesia.
 Mengetahui bagaimana Bahasa Indonesia di dalam pembelajaran.
 Memberiwawasantentang keberadaan dan fungsi bahasa,
 Untuk mengetahui kebenaran sebagai dasar penelitian.
 Memahami apa yang dimaksud pilihan kata dan definisi.
 Untuk mengetahui bagaimana dan apa yang dimaksud kalimat efektif.
 Menambahpengetahuantentang apa yang dimaksud paragraf dan jenis-jenisnya.







BAB II
PEMBAHASAN

A. BAHASA INDONESIA DALAM PEMBELAJARAN
1.1. Latar Belakang Mata Kuliah Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang digunakan dalam kegiatan sehari – hari.Alasan tersebutlah yang merupakan salah satu alasan dijadikannya bahasa Indonesia sebagai mata kuliah wajib diberikan disemua jenjang dan jalur pendidikan.Selain karena bahasa Indonesia digunakan dalam kehidupan sehari – hari ada beberapa hal lain yang melatar belakangi mengapa bahasa Indonesia dijadikan mata kuliah wajib di seluruh perguruan tinggi, yaitu :
 Adanya peraturan perundang – undangan nomor 2 tahun 1989 dan Undang – Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
 Surat keputusan Dikti nomor 323/U/2000.
Dalam Undang – Undang tersebut disebutkan bahwa bahasa Indonesia termasuk MPK.Istilah MPK merupakan mata kuliah yang menjadi sumber nilaI dan pedoman bagi penyelenggaraan program studi dalam mengantarkan Mahasiswa mengembangkan kepribadian.
• Visi Mata Kuliah Bahasa Indonesia
Terbentuknya pelajar yang mahir berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia
• Misi Mata Kuliah Bahasa Indonesia
Dapat menguasai, mengembangkan dan menerapkan IPTEK melalui Bahasa Indonesia dengan tanggung jawab sebagai Warga Negara Indonesia yang berkepribadian.
• Kompetensi Mahasiswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia




 Kompetensi Bahasa Indonesia
Menjadikan mahasiswa ilmuan dan professinal yang memilikipengetahuan dansikap positif tentang bahasa Indonesia.
 Standar Kompetensi
a. Mampu menggunakan Bahasa Indonesia dalam mengungkapkan pikiran, ide dan sikap ilmiah, baik tulisan maupun lisan.
b. Mampu menggunakan kemahiran dalam berbahasa Indonesia untuk mengembangkan diri sepanjang hayat.
1.2. Bahasa Sebagai Alat Komunikasi
Berbahasa berarti berkomunikasi dengan menggunakan media bahasa dan bahasa harus dipahami oleh semua pihak dalam suatu komunitas.Bahasaada 2 jenis, yaitu :
 Bahasa verbal : bahasa yang digunakanolehmanusia normal dan suasana normal pula dengan menggunakan unsure kata-kata sebagai symbol.
 Bahasanon verbal : bahasa yang seringdisebutsebagaibahasaisyarat yang seringdigunakanoleh orang yang cacatfisik.
1.3. Sejarah Lahirnya Bahasa Indonesia
 Berawal dari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928 bahasa Indonesia mempunyai fungsi majemuk, menjadi bahasa persatuan, bahasa negara, bahasa resmi, bahasa pergaulan, bahasa pengantar di semua sekolah di Indonesia, dan bahasa penghubung.
 Bangsa Indonesia dilatar belakangi oleh beratus-ratus suku bangsa yang masing-masing mempunyai bahasa daerahnya yang menjadikannya bahasa pertama.
 Pemilihan bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia didasarkan atas pertimbangan yang rasional, baik secara politik,ekonomi dan kebahasaan, yaitu :
 BahasaMelayutelah tersebar luas di seluruh Indonesia.
 BahasaMelayu dapat diterima oleh semua suku


 BahasaMelayu bersifat demokratis
 BahasaMelayu bersifat representatif (mudah nenerima kritik dari bahasa lain)
1.4. Problematik Bahasa Indonesia
Hampir seabad berlalu, bahasa Indonesia tidak lagi identik dengan bahasa Melayu. Bahasa Indonesia bukan hanya sebagai alat pemersatu tapi juga untuk kepentingan yang lebih luas dalam berkomunikasi. Belum lagi masalah penulisan karya ilmiah, pengejaan kadang kurang tepat.
1.5. Penilaian Terhadap Bahasa Indonesia
Bangsa Indonesia merupakanbangsa yang beruntung dalam hal kepemilikan bangsa yang sesuai.Bukan berarti kita tidak akan menghadapi tantangan memiliki Bahasa Indonesia.
 Sikappositif yang diharapkanuntukbahasa Indonesia :
1. Bangga berbahasa Nasional yaitu Bahasa Indonesia memiliki kemampuan tinggi bukan hanya sebagai alat penghubung yang sempurna.
2. Mempunyai rasa setia bahasa yaitu sesuai dengan fungsinya sebagai Identitas Nasional.
3. Merasa bertanggungjawab atas perkembangan bahasa Indonesia yaitu sesuai dengan kedudukannya sebagai Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia adalah milik semua warga Negara, baik buruknya bahasa Indonesia terletak dipundak kita semua sebagai warga Negara Indonesia.
 Beberapaanggapan negative yang kurang mendukung keberadaan Bahasa Indonesia
1. MenganggapBahasa Indonesia adasecaraIlmiah.
2. MenganggapBahasa Indonesia itumudah.
3. Menganggap bahasa Indonesia itu lebih rendah daripada Bahasa Asing.


B. KEBERADAAN DAN FUNGSI BAHASA INDONESIA
Bahasa Indonesia adalah bahasa yang paling penting di kawasanRepublik Indonesia. Hal iniditunjukkanolehikrarke 3 SumpahPemudatahun 1928, yaitu“ Kamiputra-putri Indonesia menjunjungtinggiBahasaPersatuan, Bahasa Indonesia “. Jugadiaturdalam UUD 1945 bab XV pasal 36 “ Bahasa Negara ialahBahasa Indonesia “.
2.1. Penting tidaknya bahasa didasarkan pada:
a. Jumlah penutur.
Bahasa Indonesia sebagai bahas ibu, jumlah penuturnya tidak sebanyak bahasa jawa atau sunda. Jumlah penutur dapat bertambah dengan adanya arus pindah atau pendatang baru; perkawinan antar suku; generasi muda golongan Warga Negara keturunan asing; orang tua ,masa kini menjadikan anaknya penutur asli Bahasa Indonesia
b. Luas penyebaran
Sebagai bahasa setempat, Bahasa Indonesia dipakai oleh orang-orang hampir di seluruh daerah pantai Indonesia.
c. Peranan.
Sastra Indonesia modern yang dihasilkan oleh sastrawan yang beranekaragam latarbelakangnya.
2.2. Politik Bahasa Nasional
Politik bahasa nasional berarti adanya pengolahan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasionaldalamseluruhkebijakannasional. Dalam menentukan politik Bahasa Indonesia perlu memperhatikan hal-hal diantaranya yaitu latar belakang penutur Bahasa Indonesia; Bahasa Indonesia lisan dan tulisan; kosakata bahasa daerah; peranan bahasa asing.
2.3. Fungsi Bahasa Indonesia
 Sumpah Pemuda menempatkan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa nasional yang berfungsi :
1. Lambang Kebanggaan Nasional.
2. Lambang Identitas Nasional.
3. Alat pemersatu bangsa.
4. Alat penghubung antar daerah dan budaya.
 UUD 1945 menempatkan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara yang berfungsi :
1. Bahasa resmi Negara.
2. Bahasa pengantar di dalam dunia pendidikan
3. Alat penghubung pada tingkat nasional.
2.4. Bahasa Baku
Fungsi bahasa baku:
a. Pemersatu :Bahasa baku menghubungkan semua penutur berbagai dialek.
b. Pemberi kekhasan :Membedakan bahasa itu dengan bahasa lainnya.
c. Pembawa kewibawaan :Bersangkutan dengan usaha orang mencapai kesederajatan peradaban lain yang dikagumi melalui perolehan bahasa baku.
d. Sebagai kerangka acuan :Bahasa baku memiliki norma yang menjadi tolok ukur dalam berbahasa juga sebagai kerangka acuan bagi fungsi estetika pada bidang susastra.
Ciri-ciri bahasa baku:
a. Kemantapan dinamis : berupa kaidah dan aturan yang tetap.
b. Kecerdasan : diwujudkan dalam bentuk kalimat, paragaf, dan satuan bahasa lain yang lebih besar mengungkapkan penalaran, atau pemikiran yang teratur, logis dan masuk akal.
c. Keseragaman : keseragaman bahasa baku sampai batas tertentu artinya proses penyeragaman kaidah, bukan penyamaan ragam bahasa atau penyeragaman variasi bahasa.

2.5. Bahasa baku di Perguruan Tinggi
Seharusnya Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi dapat memenuhi kebutuhan Mahasiswa untuk mampu menggunakan bahasa Indonesia dalam berbagai jenis kegiatan perkuliahan dalam bentuk tugas akhir yang menggunakan ragam bahasa ilmiah. Laporan merupakan dokumen mengenai suatu masalah yang telah diteliti dalam bentuk fakta. Menyangkut apa, siapa dan kepada siapa laporan itu disampaikan. Jenis-jenis laporan akademis yaitu:
• Laporan lengkap : hasil penelitian yang disampaikan secara menyeluruh, mulai dari proses penelitian sampai pada teknik dan pengalaman dalam melaksanakan penelitian.
• Kertas kerja/ makalah : naskah semester yang biasanya ditugaskan oleh dosen kepada mahasiswanya. Berkenaan dengan mata kuliah yang diajarkan.
• Laporan penelitian lapangan : laporan yang secara formal harus melalui penelitian yang berpedoman pada metode riset, dan secara material harus menghasilkan data.
• Laporan tugas akhir : laporan ini disebut juga sebagai risalah ujian karena laporan ini dibuat untuk memenuhi sebagian syarat menempuh ujian kesarjanaan untuk mendapat gelar kesarjanaan dan diploma.
• Artikel ilmiah : laporan berbentuk artikel yang merupakan pemadatan laporan lengkap, biasanya diperlukan untuk dimuat dalam jurnal / majalah ilmiah.
• Laporan ringkas/ ilmiah popular : laporan jenis ini menyampaikan fakta, implikasi, dan kesimpulan yang diarahkan pada temuan utama tanpa memasukan desain dan metode yang terlalu teknis.
• Laporan pembuat keputusan : laporan jenis ini berisi penjelasan serta diagnose terhadap masalah yang diteliti / direkomendasi yang dipergunakan sebagai dasar meneruskan, menyempurnakan, menyelesaikan / membuat program / kebijaksanaan baru.
• Buku teks : merupakan tulisan ilmiah yang mempunyai sumber bahan pustaka.
• Handbook: buku yang memutarpetunjuk / cara mempraktikan sesuatu berdasarkan hasil penelitian ilmiah.


C. PENALARAN BAHASA INDONESIA
3.1. Penalaran Dalam Bahasa
Penalaran merupakan proses berfikir yang sistematis untuk memperoleh kesimpulan / pengetahuan yang dapat bersifat ilmiah dan tidak ilmiah. Bernalar akan membantu manusia berfikir lurus, efisien, tepat, dan teratur. Penalaran dibedakan menjadi 2 yaitu :
• Penalaran induktif adalah proses berfikir yang bertolak dari satu atau sejumlah fenomena atau gejala individual untuk menurunkansuatukesimpulan yang berlakuumum.Penalaran induktif terbagi atas :
1. Generalisasi yaitu proses berfikir berdasarkan pengamatan atas sejumlah gejala dengan sifat – sifat tertentu untuk menarik kesimpulan umum mengenai semua atau sebagian dari gejala serupa.
2. Analogi yaitu proses berfikir untuk menarik kesimpulan tentang kebenaran suatu gejala khusus lainnya dengan memiliki ciri – ciri esensial pentingnya bersamaan.
3. Sebab akibat yaitu prinsip umum hubungan sebab akibat menyatakan bahwa semua peristiwa ada penyebabnya.
• Penalaran Deduktif adalah proses berfikir yang bertolak dari prinsip, hukum, putusan yang berlaku umum untuk suatu hal atau gejala atau prinsip umum tersebut ditarik kesimpulan tentang sesuatu yang khusus yang merupakan bagian hal atau gejala umumdiatas. Penalaran deduktif terbagi atas :
1. Silogisme yaitu cara berfikir formal yang terjadi dalam kehidupan sehari – hari dan kita hanya menemukan polanya saja.
2. Entimem yaitu silogisme yang salah satu premisnya dihilangkanatautidakdiucapkankarenasudahsama-samadiketahui.




3.2. Kesalahan Bernalar
Merupakan kesalahan dalam berbahasa, kesalahan informal dan kesalahan formal.
 Kesalahan informal
Sebagaisaranaberfikir, bahasamengandungkelemahankarena kata-kata sering kabur/tidak jelas maknanya.
 Kesalahan formal
Terjadi pada proses penarikan kesimpulan dalampenalaran induktif dan deduktif

D. KEBENARAN SEBAGAI DASAR PENELITIAN
4.1. Kebenaran Sebagai Dasar Penelitian
Dalam penyusunan laporan penelitian atau karya ilmiah harus memiliki syarat– syarat kebenaran ilmiah yaitu :
• Koherensi yaitu sesuatu dianggap benar jika pernyataan tersebut koheren atau konsisten dengan pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.
• Korespondensi yaitu suatu pernyataan dianggap benar jika materi pengetahuan yang dikandungnya berhubungan dengan objek yang dituju dengan pernyataan tersebut atau sesuai faktanya.
• Pragmatis yaitu pernyataan dianggap benar karena pernyataan itu mempunyai sifatpragmatis / fungsional dalam kehidupan praktis dapat didayagunakan bagi manusia di dunia.

4.2. Jalan Mencari Kebenaran Dalam Bahasa Indonesia
Ada beberapa jalan mencari kebenaran yaitu:
1. Penemuan kebenaran secara kebetulan
2. Penemuan kebenaran melalui trial dan error/ coba dan ralat
3. Penemuan kebenaran melalui
4. Penemuan kebenaran melalui kewibawaan
5. Penemuan kebenaran melalui berpikir kritis

Proses berfikir secara nalar dibagi menjadi yaitu:
a. Berfikir logis.
Berfikir ini memiliki pengertian ganda, artinya kebenaran dapat diterima oleh satu pihak, tetapi dapat saja ditolak oleh puhak lain. Kecenderungan yang dapat menjurus kepada kekacauan bernalar ini disebabkan oleh perbedaan persepsi dari masing-masing pihak.
b. Berfikir analitis.
Berfikir ilmiah berarti melakukan kegiatan analitis dalam menggunakan logika secara ilmiah. Dengan demikian, berfikir tidak lepas dari daya nalar imajinasi seseorang dalam merangkaikan rambu-rambu pikirannya kedalam pola tertentu, yang dapat memunculkan kejeniusan sesorang. Pada hahikatnya berfikir ilmiah merupakan gabungan antara berfikir induktif dan deduktif, yang masing-masing berkaitan secara rasional dan empiris.

4.3. Penelitian
Penelitian adalah kegiatan atau alat untuk memperoleh jawaban atau kebenaran mengenai suatu fenomena yang diamati.
Langkah – langkah dalam penelitian :
1. Menemukandanmengidentifikasiataumerumuskanmasalah.
2. Kerangkateorihinggasampaipadahipotesis.
3. Pengumpulan data.
4. Pengolahan data, menyaring, menyusun, menguji, menarik, membahashasilujidanmenarikkesimpulan.
5. Publikasi.

E. PILIHAN KATA DAN DEFINISI
5.1. Pilihan Kata Dalam Sintaksis
Kaidah sintaksis mensyaratkan pilihan kata yang tepat, seksama, dan lazim. Seksama berhubungan dengan kesesuaian antara makna dan pikiran. Tepat, penempatan kata sesuai dengan kelompoknya. Lazim, berarti kata yang dimiliki oleh bahasa Indonesia. Kata adalah lambing, objek, pengertian, atau konsep. Kata adalah apa yang diucapkan atau didengar.

5.2. Pilihan Kata Dalam Kaidah Makna
Pilihan kata dalam kaidah kata ada 3 yaitu sinonim, homofon, homograf dan makna denotative. Makna denotative dapat dibagi menjadi:
1. Konotatif, yaitu makna tambahan.
2. Afektif, makna yang berhubungan dengan lawan bicaranya.
3. Stilistik, yaitu makna yang berhubungan dengan alam.
4. Reflektif, yaitu makna yang lebih terbatas dan pribadi.
5. Interpretatif, yaitu makna yang timbul oleh relasi dalam frase.

5.3. Pilihan kata Dalam Kaidah Sosial
1. Abstrak dan konkret
2. Kata ilmiah dan populer
3. Kata baku dan non baku
4. Kata asing atau serapan
5. Kata-kata baru

5.4. Definisi
Jenis-jenis definisi ada 4 yaitu:
• Definisi Nominal, yaitu membatasi kata dengan kata lain yang sinonimnya terjemahannya menunjukkan asal usul
• Definisi Formal, merupakan definisi klasifikasi yang dikeluarkan dari genus atau kelas dan spesiesnya.
• Definisi Operasional, merupakan definisi yang menunjukkan apa yang diukur dan bagaimana mengukurnya.
• Definisi Luas,yaitu definisi uraian dalam bentuk, kalimat, paragraf, bab.



F. KALIMAT EFEKTIF
Pengertian dari kalimat efektif yaitu kalimat yang bukan hanya memenuhi syarat komunikatif ,gramatikal,dan sintaksis saja tetapi harus hidup,segar,mudah dipahami,serta sanggup menimbulkan daya khayal pada diri pembaca.
6.1. Kalimat efektif memiliki syarat-syarat yaitu:
• Penekanan ,yaitu upaya memberi tekanan pada kalimat untuk menonjolkan pikiran pokok.Penekanan dapat dilakukan dengan cara:
1. Alih bangun
2. Pengulangan kata
3. Pertentangan
4. Urutan logis
• Kesejajaran,yaitu menempatkan gagasan yang sama penting dan fungsinya kedalam struktur kebahasaan yang sama.kesejajaran memiliki dua macam yaitu kesejajaran bentukn dan kesejajaran makna.
• Kehematan ,yaitu penghematn kata,frase,atau struktur lain yang dianggap tidak perlu dalam kalimat.
• Keterbacaan ,yaitu derajat kemudahan sebuah tulisan untuk mudah dipahami maksudnya.
Dalam menyusun sebuah kalimat yang baik dan mudah dipahami harus memperhatikan :
• Kesatuan pikiran,yaitu kalimat harus memiliki subjek dan predikat dan mengandung pokok pikiran baik berbentuk tunggal,majemuk,pertentangan,maupun pilihan.
• Kepaduan,yaitu adanya hubungan timbal balik antara unsur yang membentuk kalimat atau adanya interaksi
• adanya kata yang tumpang tindih.

G. PARAGRAF
Paragraf adalah suatu bagian dari bab pada sebuah karangan atau karya ilmiah yang mana cara penulisannya harus dimulai dengan baris baru. Paragraf dikenal juga dengan nama lain alinea. Paragraf dibuat dengan membuat kata pertama pada baris pertama masuk ke dalam (geser ke sebelah kanan) beberapa ketukan atau spasi. Demikian pula dengan paragraf berikutnya mengikuti penyajian seperti paragraf pertama.
Paragraf mempunyai gagasan utama yang dituangkan dalam bentuk kalimat topik. Bagi penulis, gagasan utama itu merupakan pengendali isi paragraf, sedangkan bagi pembaca, gagasan utama menjadi kunci pemahaman karena merupakan rangkuman isi paragraf.Paragraf terdiri atas beberapa kalimat yang berdasarkan bentuknya dibedakan menjadi paragraf yang merenggang dan paragraf yang bertakuk. Gagasan utama dinyatakan di dalam kalimat topik. Salah satu kalimat dalam paragraf merupakan kalimat topik, selebihnya merupakan kalimat pengembang yang berfungsi memperluas keterangan, memperjelas, menganalisis, atau menerangkan kalimat topik.

7.1. Ciri-ciri paragraf
Paragraf memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a. Kesatuan. Dalam paragraf mungkin terdapat beberapa gagasan tetapi gagasan itu harus terfokus pada satu gagasan utama sebagai pengendali.
b. Kepaduan. Kalimat-kalimat dalam paragraf itu terpadu, berkaitan satu sama lain untuk mendukung gagasan utama. Intinya kalimat satu dan yang lain saling berkaitan. Untuk membangun kepaduan paragraf diperlukan:
1. Kata kunci dan sinonim.
2. Pronominal, adalah kata untuk menggantikan kata ganti orang atau benda, contohnya aku, dia, anda, dan sebagainya.
3. Kata transisi, adalah konjungtor atau perangkai, baik yang digunakan untuk menghubungkan unsur-unsur dalam sebuah kalimat maupun dalam sebuah paragraf.
4. Struktur yang parallel, menggunakan bentuk kata kerja yang sama atau menggunakan majas repetisi. Keparalelan struktur kalimat dapat pula memebangun cirri kepaduan kalimat-kalimat di dalam sebuah paragraf. Majas repetisi adalah gaya bahasa yang menggunakan kata kunci yang terdapat diawal kalimat untuk mencapai efek tertentu ( penyampaian makna ulang ).
c. Ketuntasan. Dalam paragraf telah tercakup semua yang diperlukan untuk mendukung gagasan utama.
d. Konsistensi sudut pandang. Dalam karang mengarang, konsistensi sudut pandang itu sangat penting artinya seorang penulis harus menentukan lebih dahulu sudut pandangnya terhadap calon pembaca agar ia dapat memilih gaya penulisan yang tepat. Paragraf yang baik hendaknya memepertahankan sudut pandang penulis dalam membahas permasalahan yang diutarakannya. Jika sudah dipastikan bahwa pembaca tidak dilibatkan secara eksplisit sebagai mitra tutur, pilihan itu harus dipertahankan sampai akhir karangan dan sebaliknya.
e. Keruntutan. Paragraf yang baik dalam menyajikan informasi harus mengikuti tata urutan. Model urutan penyajian adalah urutan waktu, urutan tempat, urutan umum khusus, urutan khusus umum, urutan pertanyaan jawaban dan urutan sebab akibat.

7.2. Paragraf berdasarkan letak kalimat utama
Paragraph berdasarkan letak kalimat utama dibagi menjadi:
1. Paragraf deduktif, yaitu paragraf yang letak kalimat utamanya berada diawal paragraf dan kalimat selanjutnya merupakan kalimat penjelas.
2. Paragraf induktif, yaitu paragraf yang letak kalimat utamanya berada diakhir paragraf atau dapat dikatakan kalimat penjelas terlebih dahulu baru diikuti dengan kalimat utama diakhir paragraf.
3. Paragraf campuran, yaitu paragraf yang letak kalimat utamanya berada diawal dan diakhir paragraf. Biasanya kalimat utama yang terletak diakhir merupakan kesimpulan dari paragraf tersebut.

7.3. Macam-macam paragraf.
1) Paragraf narasi, yaitu paragraph yang menceritakan suatu kejadian atau peristiwa. Ciri paragraf narasi yaitu terdapat kejadian, pelaku dan waktu kejadian.
2) Paragraf deskripsi, yaitu paragraf yang menggambarkan objek sehingga pembaca seakan-akan bisa melihat, mendengar atau merasakan objek tersebut. Ciri paragraf deskripsi yaitu terdapat objek yang digambarkan.
3) Paragraf eksposisi, yaitu paragraf yang memberikan informasi mengenai sesuatu. Ciri paragraf eksposisi yaitu harus ada informasi.
4) Paragraf argumentasi, yaitu paragraph yang mengemukakan suatu pendapat dengan alasannya. Ciri paragraf ini yaitu terdapat pendapat dean juga alasannya.
5) Paragraf persuasi, yaitu paragraf yang berisi ajakan. Ciri paragraf ini yaitu terdapat ajakan untuk berbuat sesuatu.

7.4. Macam-macam pola pengembangan paragraf
a. Pengembangan umum-khusus, yaitu paragraf yang dimulai dengan pikiran pokok terlebih dahulu kemudian diikuti dengan pikiran-pikiran penjelas.
b. Pengembangan khusus-umum, yaitu paragraf yang dimulai dengan pikiran-pikiran penjelas terlebih dahulu kemudian baru diikuti dengan pikiran pokok.














BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan
Bahasa adalah alat untuk berkomunikasi yang digunakan manusia dengan sesama anggota masyarakat lain pemakai bahasa itu. Bahasa itu berisi pikiran, keinginan, atau perasaan yang ada pada diri si pembicara atau penulis. Bahasa yang digunakan itu hendaklah dapat mendukung maksud secara jelas agar apa yang dipikirkan, diinginkan, atau dirasakan itu dapat diterima oleh pendengar atau pembaca.
Bahasa Indonesia adalah bahasa yang paling penting di Indonesia,hal ini di tujukan dengan adanya ikrar ketiga sumpah pemuda.pada Undang – undang 1945 juga tercantum khusus di bab XV pasal 36 yang berbunyi : bahasa Negara adalah bahasa Indonesia. Dan matakuliahbahasa Indonesia adalahmatakuliah yang wajibadadalamseluruhjenjangpendidikan.

B. Saran
Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang harusdi pelajari dan dilestarikan. Bahasa Indonesia bukan hal yang mudah sehingga perlu kerja sama dengan seluruh warga Indonesia untuk mempelajarinya. Beberapa cara untuk melestarikannya yaitu, antara lain:
1. Sebaiknya kita tidak malu untuk menggunakan bahasa Indonesia di segala aktivitas.
2. Kita harus selalu memiliki keinginan untuk terus belajar berbahasa Indonesia dengan baik dan benar.

tinjauan deskriptif gizi buruk bagi balita

TINJAUAN DESKRIPTIF GIZI BURUK BAGI BALITA
DESA SINGAMERTA RT 02 RW 01 KECAMATAN SIGALUH
KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2010

LAPORAN
Diajukan untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia
Prodi Kesehatan Lingkungan tahun pelajaran 2010/2011


Disusun oleh:
1. Ambar Neti Rahayu (B1003003)
2. Evi Nurhidayah (B1003014)
3. Ika Elis Kurniawati (B1003024)
4. Imam Agung Fajarudin (B1003026)
5. Isnaini Candrawati (B1003028)


PRODI DIII KESEHATAN LINGKUNGAN
POLITEKNIK BANJARNEGARA
Jl. Raya Madukara KM 02 Kenteng Banjarnegara 53482 telp. / fax (0286)591145
2010

LEMBAR PENGESAHAN

Judul : Tinjauan Deskriptif Gizi Buruk Bagi Balita Desa Singamerta RT 02 RW 01 Kecamatan Sigaluh Kabupaten Banjarnegara Tahun 2010

Nama : 1. Ambar Neti Rahayu (B1003003)
2. Evi Nurhidayah (B1003014)
3. Ika Elis Kurniawati (B1003024)
4. Imam Agung Fajarudin (B1003026)
5. Isnaini Candrawati (B1003028)

Disahkan
Hari :
Tanggal :
Tempat :

Dosen Pembimbing I




Maulida Asih A. S,pd Dosen Pembimbing II




Jika S,pd. M,pd

Mengetahui
Kepala Program Studi




Siti Munfiah SKM


ABSTRAK

Masalah gizi dapat berawal dari kurnagnya pemberdayaan wanita dan keluarga, pemanfaatan sumber daya masyarakat yang terkait dengan meningkatnya pengangguran, inflasi dan kemiskinan yang disebabkan krisis ekonomi, politik, dan keresahan sosial. Gizi masyarakat yang berurusan gangguan gixi pada masyarakat dimana masyarakat mempunyai aspek yang sangat luas, maka penanganannya harus secara multi sector dan multi disiplin. Gizi makanan pada balita dapat menentukan tercapainya tingkat kesehatan atau sering disebut status gizi. Apabila tubuh berada dalam tingkat kesehatan gizi optimum dimana jaringan jenuh oleh semua zat gizi maka disebut status gizi optimum. Dalam kondisi demikian tubuh terbebas dar penyakit dan mempunyai daya tahan yang setinggi-tingginya. Apabila konsumsi gizi makanan pada seseorang tidak seimbang dengan kebutuhan tubuh maka akan terjadi kesalahan akibat gizi (malnutrisi). Malnutrisi ini mencakup kelebihan nutrisi atau gizi disebut gizi lebih ( over nutrition ) dan kekurangan gizi atau gizi kurang ( under nutrition ).
Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absorbsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ, serta menghasilkan energi. Sedangkan gizi buruk adalah suatu kondisi dimana seseorang dinyatakan kekurangan nutrisi, atau dengan ungkapan lain status nutrisinya berada dibawah standar rata-rata. Nutrisi yang dimaksud bias berupa pritein, karbohidrat dan kalori. Di Indonesia, kasus KEP (Kurang Energi Protein) adalah salah satu masalah gizi utama yang dapat dijumpai pada balita.
Yang menjadi akar dari permasalahn gizi di Indonesia yaitu adanya krisis ekonomi, politik dan sosial. Hal tersebut akan menimbulkan munculnya pengangguran, inflasi, kurang pangan dan kemiskinan. Pokok masalah gizi di masyarakat yaitu adanya kurang pemberdayaan wanita dan keluarga, kurang pemanfaatan sumber daya masyarakat yang akan mengakibatkan kurangnya pendidikan, pengetahuan dan ketrampilan. Penyebab tidak langsung dari permasalahan gizi diantaranya adalah tidak tercukupinya kebutuhan pangan, pola asuh anak tidak memadai dan sanitasi dan air bersih serta pelayanan kesehatan dasar yang tidak memadai pula. Sedangkan penyebab masalah gizi secara langsung yaitu kurangnya makan makanan yang seimbang dan penyakit infeksi. Akibatnya terjadilah masalah kurang gizi.



HALAMAN MOTO

 Membalas kebaikan dengan kejahatan adalah perangai yg serendah-rendahnya. Membalas kejahatan dengan kejahatan, bukanlah perikemanusiaan. Membalas kebaikan dengan kebaikan adalah hal biasa. Membalas kejahatan dengan kebaikan adalah cita-cita kemanusiaan yg setingginya. Kita harus sanggup hidup untuk memberi cita-cita itu bertumbuh.
 Orang bijaksana tidak sesekali duduk meratapi kegagalannya, tapi dengan
lapang hati mencari jalan bagaimana memulihkan kembali kerugian yg dideritainya.
 Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahsia dari masa muda yang abadi. Ambillahwaktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan. Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan Ambillah waktu Ambillah waktu untuk berfikir, itu adalah sumber kekuatan untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa.
 Hidup memerlukan pengorbananan. Pengorbanan memerlukan perjuangan. Perjuangan memerlukan ketabahan. Ketabahan memerlukan keyakinan. Keyakinan pula menentukan kejayaan. Kejayaan pula akan menentukan kebahagiaan.
 Setiap bunga mawar pasti ada durinya. Dari kesusahan itu akan diperolehi kesenangan dan kebahagiaan, seperti durian berduri kerana sedap isinya, kulit manggis pahit sebab manis di dalamnya dan bunga ros berduri kerana harum baunya





HALAMAN PERSEMBAHAN

Kami persembahkan laporan ini untuk:
 Allah SWT dan Rasul-Nya
 Orang tua kami yang tercinta
 Direktur Politeknik Banjarnegara: Sugiarto
 Kepala Prodi Kesehatan Lingkungan: Siti Munfiah SKM
 Dosen pembimbing: Maulida Asih A S.pd dan Jika S,pd M,pd
 Teman-teman tercinta: Adrin Agus, Andi, Arinah, Azzaini, Desi, Devi, Dian Cantika, Dwi Aryanto, Endah, Estri, Evi Mus, Febriana, Ferdian, Indra, Feronika, Fikri, Gentur, Hartati, Husni, Iga, Ike, Irma, Joni, Karo matt.
 Para pembaca












KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb
Puji syukur telah penulis panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. karena berkat limpahan rahmat, taufik, hidayah serta inayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan ini.
Maksud dan tujuan dari penulisan laporan ini adalah untuk mengetahui permasalahan gizi pada balita dan dengan harapan pembaca dapat lebih mengerti, memahami dan menerapkan penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari.
Penulis juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung dalam menyelesaikan laporan ini yaitu:
1. Bapak Sugiarto selaku Direktur Politeknik Banjarnegara;
2. Ibu Siti Munfiah SKM selaku Kepala Prodi Kesehatan Lingkungan Politeknik Banjarnegara;
3. Ibu Ginanjar Hayati SKM selaku Sekretaris Prodi Kesehatan Lingkungan Politeknik Banjarnegara;
4. Ibu Maulida Asih A S,pd dan Bapak Jika S.pd M.pd selaku dosen pembimbing mata kuliah Bahasa Indonesia;
5. Teman-teman yang telah memberi dukungan.
Penulis menyadari bahwa laporan ini masing dalam ketidak sempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan senantiasa penulis harapkan dalam upaya penyempurnaan laporan ini.
Akhirnya penulis berharap, laporan ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca dalam kegiatan belajar mengajar.
Wassalamualaikum Wr. Wb
Banjarnegara, Desember 2010


Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL i
HALAMAN PENGESAHAN ii
ABSTRAK iii
HALAMAN MOTO v
HALAMAN PERSEMBAHAN vi
KATA PENGANTAR vii
DAFTAR ISI viii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah 1
B. Identifikasi Masalah 1
C. Pembahasan Masalah 2
D. Rumusan Masalah 2
E. Tujuan 2
BAB II LANDASAN TEORI 4
BAB III PEMBAHASAN
A. Pengaruh Gizi Baik terhadap Pertumbuhan Balita di Desa Singamerta 11
B. Ciri-ciri Balita yang Kekurangan Gizi di Desa Singamerta 14
C. Cara Menanggulangi Masalah Gizi Buruk Balita di Desa Singamerta 16
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan 18
B. Saran 19
DAFTAR PUSTAKA 20
DAFTAR LAMPIRAN 21





BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Desa Singamerta RT 02 RW 01 didapati balita yaitu anak-anak di usia 1-5 tahun. Balita tersebut ada yang tampak sehat, tampak energik, tampak aktif, dan ada pula yang memiliki intelegensi sangat rendah dilihat dari usianya. Didapati pula beberapa balita yang pola makannya diduga kurang memenuhi standar gizi 4 sehat 5 sempurna. Namun demikian ada pula balita yang diduga pola makannya telah teratur dan seimbang. Balita yang aktif diduga memiliki respon yang cepat apabila menerima rangsangan seperti pertanyaan yang diberikan kepadanya. Sebaliknya balita yang kurang sehat diduga memiliki respon yang kurang terhadap pertanyaan yang diberikan kepadanya.
Dengan semakin kompleksnya permasalahan gizi di desa Singamerta tersebut maka perlu dicarikan solusi yang tepat khususnya permasalahn gizi pada balita karena balita merupakan suatu usia yang rentan terhadap sesuatu yang dihadapinya dan merupakan usia yang pada umumnya dapat digunakan untuk meminimalisir masalh gizi yang ada.
Berdasarkan hal tersebut maka kami mengangkat permasalahan ini dengan judul Tinjauan Deskriptif Gizi Buruk Bagi Balita Desa Singamerta RT 02 RW 01 Kecamatan Sigaluh Kabupaten Banjarnegara Tahun 2010.

B. Identifikasi Masalah
1. Apa pengaruh gizi yang baik terhadap pertumbuhan balita?
2. Apa akibatnya apabila balita tidak memperoleh asupan gizi yang seimbang?
3. Apa saja usaha yang perlu dilakukan untuk meningkatkan gizi balita?

C. Pembatasan Masalah
Untuk kejelasan permasalahan agar tidak terlalu luas dan untuk menjaga keakuratan pembahasan, maka batasan masalah pada laporan Tinjauan Deskriptif Gizi Buruk Bagi Balita Desa Singamerta RT 02 RW 01 Kecamatan Sigaluh Kabupaten Banjarnegara Tahun 2010 yaitu balita yang kekurangan asupan gizi.

D. Rumusan Masalah
Dari permasalahan yang ada dapat dirumuskan:
1. Bagaimana pengaruh dari gizi yang baik terhadap perkembangan balita di Desa Singamerta?
2. Bagaimana cirri-ciri balita yang kurang gizi di desa Singamerta RT 02 RW 01?
3. Bagaimana cara menanggulangi permasalahan gizi balita yang ada di Desa Singamerta?

E. Tujuan
Tujuan umum:
1. Untuk mengetahui bagaimana gizi yang seimbang pada balita.
2. Untuk mengetahui pentingnya gizi pada pertumbuhan balita.
Tujuan khusus:
1. Untuk mengetahui keadaan gizi pada balita di desa Singamerta.
2. Untuk mengetahui keadan balita yang kekurangan gizi di Desa Singamerta.

F. Manfaat Penelitian
1. Bagi penulis:
• Berguna untuk mengaplikasikan teori yang didapat pada saat kuliah kedalam praktik yang sesungguhnya.
• Dapat untuk menambah wawasan.
• Memperoleh pengalaman belajar dan pengetahuan dalam melakukan penelitian.
• Melatih kerja sama antar anggota kelompok.
2. Bagi masyarakat:
• Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan masyarakat tentang manfaat ASI eksklusif untuk kecukupan gizi bayi mereka
• Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dalam meningkatkan upaya promosi kesehatan bayi usia 0-6 bulan.
3. Bagi kampus:
• Untuk menambah refrensi buku bacaan di perpustakaan apabila sesekali dibutuhkan oleh mahasiswa lain
4. Bagi diri penulis:
• Dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan mengenai pentingnya gizi balita untuk pertumbuhannya.
5. Bagi ilmuwan mendatang:
• Dengan adanya karya tulis ini diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan tentang pentingnya gizi balita untuk pertumbuhan.




BAB II
LANDASAN TEORI

Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absorbsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ, serta menghasilkan energi. Makan-makanan yang beraneka ragam sangat bermanfaat bagi kesehatan. Makanan yang beranekaragam yaitu makanan yang mengandung unsur-unsur zat gizi yang diperlukan tubuh baik kualitas maupun kuantitasnya, dalam pelajaran ilmu gizi biasa disebut Triguna Makanan yaitu, makanan yang mengandung zat tenaga, pembangun dan zat pengatur. Apabila terjadi kekurangan atas kelengkapan salah satu zat gizi tertentu pada satu jenis makanan, akan dilengapi oleh zat gizi serupa dari makanan yang lain. Jadi makan makanan yang beraneka ragam akan menjain terpenuhinya kecukupan sumber zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur. (Wikipedia, 2011)
Balita adalah anak yang berumur 1 tahun sampai sesaat sebelum berumur 5 tahun. (Kutipan buku Pemeliharaan Kesehatan Bayi & Anak Balita).
Gizi buruk adalah suatu kondisi dimana seseorang dinyatakan kekurangan nutrisi, atau dengan ungkapan lain status nutrisinya berada dibawah standar rata-rata. Nutrisi yang dimaksud bias berupa protein, karbohidrat dan kalori. Di Indonesia, kasus KEP (Kekurangan Energi Protein) adalah salah satu masalah gizi utama yang banyak dijumpai pada balita.( Wikipedia, 2010)
Status gizi balita perlu mendapat perhatian yang serius, megingat jumlah balita di Indonesia sangat besar yaitu sekitar 10 % dari seluruh populasi, perhatian yang serius itu berupa pemberian gizi yang baik. Pada 5 tahun pertama kehidupannya, ditujukan untuk mempertahankan kehidupan sekaligus meningkatkan kualitas agar mencapai pertumbuhan optimal baik secara fisik, sosial maupun inteligensi. Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan intraseluler, yang berarti bertambahnya ukuran tubuh sebagian atau keseluruhan sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat ( DEPKES RI,2005)
Status gizi yang buruk pada balita dapat menimbulkan pengaruh yang sangat menghambat pertumbuhan fisik, mental maupun kemampuan berpikir yan pada akhirnya akan menurunkan produktifitas kerja. Keadaan ini memberikan petunjuk bahwa pada hakikatnya gizi yang buruk atau kurang akan berdampak pada menurunnya kualitas sumber daya manusia. Kondisi seperti ini lambat laun akan menyebabkan angka kematian bayi dan balita cukup tinggi. Angak kematian bayi dan anak (balita) dinegara-negara berkembang khususnya Indonesia masih cukup tinggi. Salah satu penyebab yang menojol diantaranya adalah karena keadaan gizi yang kurang baik atau bahkan buruk. Kondisi gizi anak-anak Indonesia rata-rata lbih buruk dibanding gizi anak-anak dunia dan bahkan juga dari anak-anak Afrika. Sebelum krisis menerpa 8,5 juta anak Indonesia diketahui kurang berat badannya dan menderita kekurangan mikronutrien seperti zat besi (Fe), seng (Zn), dan vitamin A. Jumlah kematian nak per tahun akibat kekurangan gizi itu mencapai 147 ribu jiwa dan separuh lebih diantaranya adalah balita. Balita hidup mengalami penurunan kecerdasan (IQ) hingga 10 % (www.google.com, 2003)
Selama krisis bertambah lagi jumlah anak yang mengalami kuran energy dan protein (KEP) tingkat berat atau menderita Marasmus Kwashiorkor dan pada saat yang sama jumlah orang miskin membengkak dari 17 juta menjadi 80 juta jiwa ( www.google.com, 2000)
Asupan zat gizi yang cukup akan menjamin tumbuh kembang yang optimal untuk fisik maupun otak anak dikemudian hari. Pada saat lahir, kadar lemak esensial pada plasenta dapat memberikan indikasi kecepatan berpikir seorang anak pada saat dia berusia 8 tahun demikian pula dengan kadar hemosistein dalam darah ( jenis asam amino yang dapat menginformasikan apakah seorang anak kekurangan atau kelebihan vitamin B). Asupan gizi otak yang optimal artinya tubuh mendapatkan semua zat gizi penting yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang otak seperti:
• Asam lemak esensial seperti Omega 3, Omega 6, DHA dan AA
Jenis lemak tepat membantu otak menjadi lebih pintar. Omega 3 banyak terdapat diminyak ikan, minyak kapas, dan biji labu parang. Walaupun tubuh dapat membentuk DHA dari Omega 3 didalam tubuh, akan tetapi asupan DHA dalam bentuk siap pakai seperti yang ditambahkan kedalam susu atau makanan lainnya lebih dapat memenuhi kebutuhan tubuh akan DHA.
• Omega 6 banyak terdapat pada minyak yang berasal dari biji-bijian seperti minyak bunga matahari dan wijen. Bentuk aktif dari Omega 6 disebut dengan Asam Gamma Linolenik (GLA). Selain itu tubuh juga butuh akan AA yang didapat dari GLA. Omega 6 banyak terdapat pada ikan, daging, telur dan produk olahan susu. Untuk hasil yang optimal sebaiknya konsumsi Omega 6 bersamaan dengan Omega 3.
• Vitamin dan mineral, zat gizi penting yang membantu otak selalu dalam kondisi siap berpikir.
• Protein dan asam amino, si pembawa pesan.
• Phospolipid seperti Sphingomyelin, molekul pengingat yang membantu otak anak berpikir lebih cepat.
Untuk KEP ringan dan sedang, gejala klinis yang bisa dijumpai pada anak adalah berupa kondisi badan yang tampak kurus. Sedangkan gejala klinis KEP berat atau gizi buruk secara garis besar bisa dibedakan menjadi tiga tipe: marasmus, kwashiorkor dan marasmic-kwashiorkhor.
Kwashior memiliki cirri:
1. Edema (pembengkakan), umumnya seluruh tubuh (terutama punggung, kaki dan wajah) membulat dan lembab.
2. Pandangan mata sayu.
3. Rambut tipis kemerahan seperti warna rambut jagung dan mudah dicabut tanpa rasa sakit dan mudah rontok.
4. Terjadi perubahan status mental menjadi aptis dan rewel.
5. Terjadi pembesaran hati.
6. Otot mengecil (hipotrofi), lebih nyata bila diperiksa pada posisi berdiri atau duduk.
7. Terdapat kelainan kulit berupa bercak merah muda yang meluas dan berubah warna menjadi coklat kehitaman lalu terkelupas (crazy Pavement dermatosis)
8. Sering disertai penyakit infeksi yang umumnya akut.
9. Anemia dan diare.

Sedangkan cirri-ciri marasmus adalah sebagi berikut:
1. Badan Nampak sangat kurus seolah-olah tulang hanya terbungkus kulit.
2. Wajah seperti orang tua.
3. Mudah menangis atau cengeng dan rewel.
4. Kulit menjadi keriput.
5. Jaringan lemak subkutis sangat sedikit sampai tidak ada (baggy pant atau pakai clana longgar)
6. Perut cekung dan iga gambang
7. Sering disertai penyakit infeksi (umumnya kronis berulang)
8. Diare kronik atau konstipasi
Adapun marasmic-kwashiorkhor memiliki cirri gabungan dari beberapa gejala klinis kwashiorkhor dan marasmus disertai edema yang tidak mencolok.
Banyak cara yang bias dilakukan untuk mengukur status gizi pada anak. Berikut adalah salah satu contoh pengukuran status gizi bayi dan balita berdasarkan tinggi badan menurut usia dan lingkar lengan atas.

Tabel Berat dan Tinggi Badan Menurut Umur
(usia 0-5 tahun, jenis kelamin tidak dibedakan)
Umur Berat (kg) Tinggi (cm)
Tahun Bulan Normal
(baku 80%) Kurang
(baku 60%) Buruk
(baku) Normal
(baku 80%) Kurang
(baku 60%) Buruk
(baku)
0 - 3,4 2,7 2,0 60,5 43,0 35,0
1 4,3 3,4 2,5 65,0 46,0 38,0
2 5,0 4,0 2,9 68,0 49,0 40,5
3 5,7 4,5 3,4 60,0 51,0 42,0
4 6,3 5,0 3,8 62,0 53,5 43,5
5 6,9 5,5 4,2 64,5 54,5 45,0
6 7,4 5,9 4,5 66,0 56,0 46,0
7 8,0 6,3 4,9 67,5 57,5 47,0
8 8,4 6,7 5,1 62,0 52,0 48,5
9 8,9 7,1 5,3 70,5 60,0 42,5
10 9,3 7,4 5,5 72,0 61,5 50,5
11 9,6 7,7 5,8 73,5 63,0 51,5
1 0 9,9 7,9 6,0 74,5 54,5 52,5
3 10,6 8,5 6,4 78,0 65,5 54,5
6 11,3 9,0 6,8 81,5 70,0 57.0
9 11,9 9,6 7,2 84,5 72,0 60,0
2 0 12,4 9,9 7,5 87,0 74,0 61,0
3 12,9 10,5 7,8 88,5 76,0 62,5
6 13,5 11,2 8,1 92,0 78,0 64,0
9 14,0 11,7 8,4 94,0 80,0 66,5
3 0 14,5 11,9 8,7 96,0 82,0 67,0
3 15,0 12,0 9,0 98,0 83,5 88,5
6 15,5 12,4 9,3 99,5 84,5 70,0
9 16,0 12,9 9,6 101,5 85,5 71,0
4 0 16,5 13,2 9,9 103,5 87,5 72,0
3 17,0 13,6 10,2 105,0 89,5 73,5
6 17,4 14,0 10,6 107,0 90,0 74,5
9 17,9 14,4 10,8 108,0 91,5 75,5
5 0 18,4 14,7 11,0 109,0 92,5 76,0

Pada kehidupan tahun pertama, lingkar lengan atas anak yang sehat bertambah dengan cepat karena oto dan lemak tumbuh dan berkembang. Setelah itu pertumbuhan itu relatif konstan pada kira-kira 17 cm sampai umur 5 tahun. Bila anak mengalami kurang gizi, maka otot akan berkurang (mengecil), lemak menghilang dan lingkar lengan atas berkurang. Oleh karena itu pengukuran lingkar lengan atas dapat digunakan sebagai alat untuk menyaring secara cepat anak balita yang mengalami gizi kurang, terutama bila umurnya tidak diketahui dengan tepat bila pengukuran berat badan tidak tersedia. Alat pengukur lingkar lengan atas berupa pita yang dibuat dari bahan yang tidak melar (meregang) dan diberi scala cm atau mm. biasanya pada pita ini langsung diberi warna merah kuning dan hijau. Apabila pengukuran jatuh pada pita yang berwarna merah maka berarti anak berada pada kondisi gizi buruk, sedangkan bila pengukuran jatuh pada pita yang berwarna kuning menandakan bahwa anak mengalami keadaan gizi kurang. Pengukuran yang jatuh pada warna hijau menunjukan bahwa anak yang bersangkutan gizinya baik. Titik batas (cut of point) antara merah dan kuning jatuh pada angka 12,5 cm, sementara itu antara kuning dan hijau jatuh pada angka 13,5 cm. dari studi yang pernah dilakukan oleh beberapa ahli menyebutkan bahwa terdapat korelasi positif antara lingkar lengan atas dengan berat badan dan kondisi klinis.
Perlu disadari bahwa lingkar lengan atas bukanlah merupakan indicator yang tepat bagi kasus atau penderita KEP seperti halnya dengan berat badan menurut umur atau berat badan menurut tinggi badan. Selain itu lingkar lengan atas tidak dapat dipakai untuk memantau perkembangan anak secara individual.
Tabel Stndar Baku Lingkar Lengan Atas (LLA) menurut umur
Umur Standar
Tahun Bulan (80%) 85% (cm) 70% (cm)
0 6-8 14,75 12,50 10,50
0 9-11 15,10 13,25 11,00
1 - 16,00 13,50 11,25
2 - 16,25 13,75 11,50
3 - 16,50 14,00 11,60
4 - 16,75 14,25 11,75
5 - 17,00 14,50 12,00
Sumber: pedoman ringkas pengukuran Antropometri, hlm. 18
Menimbang begitu pentingnya menjaga kondisi gizi balita untuk pertumbuhan dan kecerdasannya, maka sudah seharusnya para orang tua memperhatikan hal-hal yang dapat mencegah terjadinya kondisi gizi buruk pada anak. Berikut adalah beberapa cara untuk mencegah terjadinya gizi buruk pada anak.
1. Memberikan ASI eksklusif (hanya ASI) sampai anak berumur 6 bulan. Setelah itu anak mulai dikenalkan dengan makanan tambahan sebagai pendamping ASI yang sesuai dengan tingkatan umur, lalu disapih setelah berumur 2 tahun.
2. Anak diberikan makanan yang bervariasi, seimbang antara kandungan protein, lemak, vitamin dan mineralnya. Perbandingan komposisinya: untuk lemak minimal 10% dari total kalori yang dibutuhkan, sementara protein 12% dan sisanya karbohidrat.
3. Rajin menimbang dan mengukur tinggi anak dengan mengikuti program Posyandu. Cermati apakah pertumbuhan anak sesuai dengan standar diatas. Jika tidak sesuai, segera konsultasikan hal itu kedokter.
4. Jika anak dirawat dirumah sakit karena gizinya buruk, bisa ditanyakan kepada petugas pola dan jenis makanan yang harus diberikan setelah pulang dari rumah sakit.
5. Jika anak telah menderita kekurangan gizi, maka segera berikan kalori yang tinggi dalam bentuk karbohidrat, lemak, dan gula. Sedangkan untuk proteinnya bias diberikan setelah sumber-sumber kalori lainnya sudah terlihat mampu meningkatkan energy anak. Berikan pula suplemen mineral dan vitamin penting lainnya. Penangannan dini seringkali membuahkan hasil yang baik. Pada kondisi yang sudah berat, terapi bias dilakukan dengan meningkatkan kondisi kesehatan secara umum. Namun, biasanya akan meninggalkan sisa gejala kelainan fisik yang permanen dan akan muncul masalah intelegensia dikemudian hari.

BAB III
PEMBAHASAN

A. Pengaruh Gizi Baik terhadap Pertumbuhan Balita di Desa Singamerta
Gizi yang baik dapat diperoleh dari mengkonsusmsi bahan-bahan makanan yang bergizi. Makanan yang bergizi adalah makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan air. Berbagai kandungan gizi tersebut dibagi menjadi 3 golongan berdasarkan fungsinya yaitu:
1. Zat tenaga, terdiri dari karbihidrat dan lemak.
2. Zat pembangun, terdiri dari protein dan mineral
3. Zat pengatur, terdiri dari mineral, vitamin dan air.
Dari hal tersebut diatas dapat diuraikan tentang kandungan gizi dalam makanan.
• Karbohidrat
Karbohidrat disebut juga hidrat arang. Karbohidrat dibutuhkan oleh tubuh sebagai bahan bakar yang akan menghasilkan panas dan tenaga. Oleh karena itu, karbohidrat berguna untuk menghangatkan tubuh dan menjadi sumber zat tenaga. Makanan yang mengandung karbohidrat terdapat pada jenis makanan pokok misalnya, beras, jagung, gandum, kentang dan ubi kayu.
• Lemak
Lemak didalam tubuh juga merupakan sumber zat tenaga dan berfungsi sebagai cadangan makanan. Jika persediaan karbohidrat sudah habis digunakan maka lemak berfungsi sebagai sumber zat tenaga. Berdasarkan sumbernya lemak ada 2 macam yaitu lemak nabati dan lemak hewani. Lemak nabati berasal dari ntumbuh-tumbuhan, misalnya kelapa, margarine, kacang tanah, kemiri, dan buah alpokat. Lemak hewani berasal dari hewan misalnya daging, minyak ikan, susu, keju, mentega.
• Protein
Zat makanan yang berfungsi sebagai zat pembangun ialah protein. Protein berperan sebagai bahan pembangun sel-sel baru bagi pembangunan jaringan-jaringan tubuh. Protein disebut juga zat putih telur. Zat itu terdapat pada tumbuhan dan hewan. Protein yang berasal dari tumbuhan disebut protein nabati, misalnya kacang-kacangan, jagung, tempe, tahu dan sayur-sayuran berwarna hijau. Protein yang berasal dari hewan disebut protein hewani, misalnya susu, hati ayam, ikan, udang, daging dan keju.
• Air
Air merupakan kebutuhan pokok sehari-hari. Air berguna untuk melarutkan zat-zat makanan, melancarkan pencernaan makanan dan mengatur sushu tubuh. Air yang diperlukan adalah air yang jernih, tidak berasa, tidak berbau, dan bebas dari kuman penyakit. Bahan pangan yang banyak mengandung air umumnya berupa sayuran dan buah, misalnya sawi, jeruk, semangka, terong, papaya.
• Mineral
Mineral adalah zat anorganik yang dalam jumlah sediukit diperlukan oleh tubuh. Zat anorganik adalah zat yang tidak berasal dari makhluk hidup. Zat ini diperlukan untuk proses metabolisme yang diperoleh dari makanan sehari-hari. Walaupun dibutuhkan dalam jumlah sedikit, mineral harus selalu ada dalam makanan. Karena bila tubuh kekurangna mineral, maka kesehatan kita akan terganggu. Di dalam tubuh, mieral berfungsi sebagai zat pembangun dan pengatur. Mineral terdapat dalam berbagai macam bahan makanan. Namun demikian, tidak ada satu macam bahan makanan yang mengandung semua jenis mineral. Oleh karena itu kita perlu makan berbagai macam bahan makanansehingga kebutuhan semua mineral terpenuhi.
Mineral yang dibutuhkan tubuh antara lain:
1. Zat kapur / kalsium, berguna untuk pembentukan tulang dan gigi
2. Zat besi, berguna untuk pembentukan sel-sel darah merah
3. Fosforus, berguna untuk pembentukan tulang-tulang dan sel-sel tubuh pada umumnya
4. Yodium, berguna untuk mencegah penyakit gondok.
Beberapa contoh kandungan mineral yang terdapat dalam bahan makanan diberikan berikut ini:
a) Zat kapur banyak terkandung dalam susu, ikan, dan telur
b) Zat besi banyak terkandung dalam daging, hati, kedelai, dan sayur-sayuran
c) Fosforus banyak terkandung dalam daging, susu, biji-bijian, dan sayur-sayuran
d) Yodium banyak terkandung dalam garam beryodium dan ikan laut.
• Vitamin
Vitamin merupakan kelompok zat yang befungsi sebagai zat pengatur. Vitamin dibutuhkan tubuh dalam jumlah sedikit, tetapi manfaatnya dalam tubuh sangat penting. Vitamin menjaga tubuh kita agar tetap sehat dan mencegah timbulnya penyakit. Kekurangan vitamin menyebabkan seseorang mudah terserang penyakit. Kekurangan vitamin di dalam tubuh disebut avitaminosis.
Jenis dan manfaat vitamin:
a) Vitamin A
Vitamin A terdapat antara laindalam wortel, pisang, tomat, sayur-sayuran segar, dan minyak ikan. Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan penyakit rabun senja dan kulit menjadi kusam atau kering.
b) Vitamin B
Vitamin B terdapat antara lain dalam beras tumbuk, jagung, kacang hijau, beras merah. Kekurangan vitamin B dapat menyebabkan penyakit beri-beri.
c) Vitamn C
Vitamin C terdapat dalam buah-buahan yang bewarna kuning kemerahan, misalnya tomat, mangga, belimbing, jeruk, dan sayuran segar. Kekurangan vitamin C dapat menimbulkan penyakit gusi berdarah, sariawan, dan bibir pecah-pecah.
d) Vitamin D
Vitamin D terdapat antara lain dalam minyak ikan dan susu. Kekurangan vitamin D mengakibatkan mudah terserang penyakit tulang (rakhitis)
e) Vitamin E
Vitamin E terdapat antara lain dalam minyak nabati, susu, dan kecambah. Kekurangan vitamin E dapat mengakibatkan kemandulan.
f) Vitamin K
Vitamin K terdapat dalam ayur-sayuran, kacang kacangan, biji-bijian, dan hati. Kekurangan vtamin K menyebabkan darah pada luka sukar membeku.
Anak atau balita yang telah mendapatkan asupan makanan dengan gizi seimbang seperti diatas akan memiliki pertumbuhan yang baik. Anak yang memiliki gizi baik akan tampak dan dapat dilihat baik dari cirri-ciri tubuhnya maupun dari tingkah lakunya.
Didesa Singamerta banyak terdapat anak-anak dibawah usia 5 tahun yang termasuk dalam kategori gizi baik. Hal tersebut dapat dilihat dari:
a. Balita tersebut tumbuh denga baik, yang dapat dilihat dari naiknya berat dan tinggi bada n secara teratur dan proporsional.
b. Tingkat perkembangan sesuai dengan tahapan perkembangannya.
c. Tampak aktif atau gesit dan gembira.
d. Mata bersih dan bersinar
e. Bibir dan lidah tampak segar
f. Nafas tidak berbau
g. Kulit dan rambut tampak bersih dan tidak kering
h. Mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan
i. Kuku bersih dan tidak pucat
j. Gigi bersih dan gusi merah muda
k. Nafsu makan baik dan buang air besar teratur.
l. Berbicara lancar sesuai umur
m. Penuh perhatian dan berekasi aktif
n. Tidur nyenyak.

B. Ciri-ciri Balita yang Kekurangan Gizi di Desa Singamerta
Pada umumnya anak-anak balita di desa Sigomerto yang mengalami gizi kurang memiliki cirri-ciri yaitu kurang energy dan protein. Pada golongan anak yang berstatus gizi kurang memiliki resiko kematian yang lebih tinggi dari pada anak-anak yang berstatus gizi baik. Keadaan kurang energi-protein disebabkan oleh masukan (intake) energy dan protein yang sangat kurang dalam waktu yang cukup lama. Keadaan ini akan lebih cepat terjadi bila anak mengalami diare atau infeksi penyakit lainnya. Keadaan kehidupan yang mizkin mempunyai hubungan yanhg erat dan dengan timbulnya kondisi energy protein. Tanda0tanda yang paling utama dari KEP adalah pertumbuhan fisik yang kurang normal. Hal ini dapat dilihat atau diperiksa dari catatan pada kartu kurva pertumbuhan berat badan. Beberapa minggu atau beberapa bulan sebelum timbul tanda-tanda klinis yang jelas, anak itu pertumbuhan berat badannya sangat lambat atau bahkan berhenti.
Sejak beberapa bulan pertama dari kehidupan, umumnya bayi tumbuh baik (normal) asalkan memperoleh air susu ibu (ASI) yang cukup. Biasanya pada suatu ketika antara bulan keempat dan kelima atau lebih awal lagi, pertambahan berat badan anak yang mendapatkan air susu ibu mulai menurun dan ini akan tampak dari catatan berat badan pada kartu kurva pertumbuhan (kartu menuju sehat). Pada waktu inilah sebaiknya makanan tambahan bayi perlu diberikan mendampingi ASI. Apabila makanan sapihan belum mulai diberikan atau bayi terkena infeksi lagi, berat badan bayi tidak dapat naik dan sementara itu akan timbul gejala-gejala klinis kurang energi-protein.
Tanda-tanda klinis dari kurang energy protein (KEP) adalah badan menjadi kurus. Jaringan lemak mulai terasa lunak dan otot-otot daging tidak kencang dan biasanya tampak bila paha bagian dalam diraba. Penyusutan otot (wasted) mudah terlihat pada bagian lengan atas dan bahu bagian atas dan bahu bagian belakang. Biasanya KEP disertai keadaan perut yang buncit. Anak menjadi kurang responsive mengarah kepada apatis. Perkembangan kepandaian lebih lambat daripada yang normal.
Adanya kasus status gizi buruk pada anak dapat diduga anak yang berstatus gizi kurang akan lebih banyak lagi. Para ahli menyatakan bahawa apabila ada 1% anak menderita gizi buruk maka akan ditemukan sekitar 10% anak yang bergizi kurang, sedang dan ringan.
Keadaan kurang energy protein yang sampai pada taraf marasmus pertumbuhannya sangat terhambat dan apabila diukur dari berat badan menurut umurnya maka akan berada dibawah 60% dari standar. Biasanya lapisan lemak dibawah kulit sangat sedikit bahkan umumnya tidak terdapat sama sekali, sehingga kulit mudah diangkat. Anak biasanya seperti orang tua atau “monkey face”. Otot daging tampak sekali menyusut (wasted), lembek. Tanda oedema dan perubahan warna rambut biasanya tidak dijumpai.
Pada anak yang menderita kwashiorkhor yaitu yang mengalami kurang protein umumnya berumur antara 1-3 tahun. Anak yang mengalami kwashiorkor pertumbuhannya terhambat, otot dagingnya menyusut dan lembek, namun masih terdapat lapisan lemak dibawah kulit tidak seperti pada anak yang marasmus. Biasanya terjadi pembengkakan (oedema) terutama pada kaki bagian bawah, selain itu mukanya menampakkan bentuk seperti bulan (moon face). Anak kelihatannya gemuk karena ada oedema tersebut. Untuk memeriksa apakah benar ada oedema, maka dapat dilakukan dengan menekan kaki yang bengkan itu dengan ibu jari. Apabila bagian yang ditekan itu tidak cepat kembali, maka ini suatu pertanda adanya oedema. Warna rambut biasanya berubah menjadi coklat kemerah-merahan (pirang) atau abu-abu dan mudah sekali lepas. Anak yang rambutnya keriting karena menderita kwashiorkor dapat menjadi lurus. Warna kulit menjadi pucat dan biasanya anak menjadi anemi. Anak yang kwashiorkor tampak murung dan apatis, tidak mempunyai nafsu makan dan sulit untuk diberi makanan. Pada keadaan kombinasi marasmus kwashiorkor tanda-tanda gabungan kedua keadaan itu biasanya dijumpai.

C. Cara Menanggulangi Masalah Gizi Buruk Balita di Desa Singamerta
Upaya-upaya yang diperlukan agar seorang anak menjadi anak yang sehat jasmani dan rohani adalah dimulai dengan pemberian kasih sayang dari orang tua dan lingkungannya. Setelah itu dapat dilanjutkan dengan perbaikan gizi. Di desa Singamerta terdapat berbagai cara untuk menanggulangi masalah gizi buruk pada balita diantaranya yaitu:
• Tersedianya pelayanan penimbangan bulanan bagi balita sebagai alat pemantauan perkembangan gizi balita.
• Terlaksananya kegiatan penyuluhan gizi balita melalui kegiatan bermain simulasi gizi, penyediaan hidangan dan pengenalan bahan makanan bergizi.
• Terlaksananya penyediaan makanan balita yang sesuai dengan kebutuhannya
• Melatih balita untuk mengkonsumsi asupan makanan yang bergizi seimbang (nasi, lauk-pauk, sayur-sayuran, buah-buahan dan susu)
• Memberikan penyuluhan tentang pemberian makanan sampingan atau tambahan seperti biskuit setiap 2 jam sekali.


BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Setelah melakukan pengamatan dan penelitian mengenai Tinjauan Deskriptif Gizi Buruk Balita di Desa Singamerta RT 02 RW 01, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Dari sampel data quisioner yang diambil dari 10 balita, didapati 1 anak yang mengalami gizi kurang. Hal tersebut dikarenakan kurang terpenuhinya asupan makanan yang mengandung gizi 4 sehat 5 sempurna terutama susu. Selain itu, orang tua di desa Singamerta masih belum memperhatikan pentingnya susu bagi pertumbuhan balita.
2. Pola asuh pada balita juga mempengaruhi status gizi pada balit tersebut. Di Desa Singamerta, walaupun rerata balita diasuh oleh ibu kandungnya, tetapi masih ada yang mengalami gizi kurang. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan ibu dalam memberikan pola asuhan bagi balita sesuai dengan ketentuan pola asuh yang baik.
3. Di Desa Singamerta masih terdapat balita yang tidak langsung mendapatkan ASI eksklusif sejak lahir. Padahal ASI eksklusif sangat penting bagi pertumbuhan bayi menuju balita. Diantaranya yaitu ASI yang keluar pertama kali dan berwarna kekuning-kuningan serta agak kental ama baik untuk makanan bayi kare mengandung zat-zat gizi dan zat kekebalan terhadap penyakit yang mat dibutuhkan oleh bayi. ASI juga mengandung zat gizi yang diperlukan bayi, untuk pertumbuhan dan kecerdasan. ASI juga mudah dicerna dan tidak menimbulkan alergi pada bayi.
4. Kondisi status sosial di masyarakat desa Singamerta juga berpengaruh terhadap status gizi balita. Terutama pendapatan orang tua balita yang masih kurang sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan asupan gizi yang seimbang.

B. Saran
Untuk meminimalisir masalah kurang gizi pada balita, penulis menyarankan:
1. Orang tua balita seharusnya melatih balita untuk mangkonsumsi makanan-makanan bergizi seimbang. Walaupun balitanya tidak mau, tetapi apabila orang tua membiasakannya sejak kecil maka akan menjadi suatu kebiasaan.
2. Orang tua dianjurkan untuk selalu memberikan ASI yang pertama kali keluar kepada bayi, dan jangan dibuang karena ASI mengandung zat kekebalan untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi.
3. Lambaga Kesehatan Masyarakat sebaiknya mengadakan penyuluhan tentang pentingnya gizi balita dan mengadakan penimbangan rutin di posyandu setiap bulan.













DAFTAR PUSTAKA

Haryanto. 2000. Ilmu Pengetahuan Alam untuk Sekolah Dasar Kelas 5. Jakarta:Erlangga
Departemen Kesehatan RI. 1992. Pemeliharaan Kesehatan Bayi dan Anak Balita di Tempat Penitipan Anak. Jakarta: Departemen Kesehatan RI
Suharjo. 1992. Pemberian Makanan pada Bayi dan Anak. Yogyakarta: Kanisius
Direktorat Gizi Depkes RI. 1979. Pedoman Mengenal Gizi Kurang. Jakarta: Direktorat Gizi Depkes RI
















DAFTAR LAMPIRAN

soal dan jawaban materi kimia lingkungan

TUGAS MATA KULIAH KIMIA LINGKUNGAN
SEBAGAI PERSIAPAN TES AKHIR SEMESTER 1
TAHUN 2010/2011
POLITEKNIK BANJARNEGARA

Nama : Evi Nurhidayah
NIM : B1003014
Kelas : Kesling A

1. Pengertian Kimia Lingkungan :
Kimia lingkungan adalah ilmu kimia yang mempelajari study ilmiah atau masalah lingkungan hidup terhadap fenomena kimia dan biokimia yang terjadi di tempat-tempat alami yang berkaitan dengan reaksi kimia serta penerapan pengetahuan ilmu kimia untuk melindungi dan memperbaiki lingkungan hidup.


2. Peranan kimia lingkungan dalam mengatasi masalah kerusakan lingkungan hidup:
a) Mempelajari sifat dan fungsi bahan kimia dalam lingkungan hidup,
b) Mempelajari dam menelaah pengaruh bahan kimia yang menimbulkan kerusakan lingkungan hidup,
c) Menentukan jumlah batas penyebaran bahan kimia dalam lingkungan agar tidak memberikan ganguan terhadap kelestarian lingkungan dan kesejahteraan manusia,dan
d) Meneliti dan mencoba mengolah limbah bahan-bahan kimia menjadi bahan-bahan kimia yang bermanfaat bagi kesejahteraan manusia.


3. Beberapa contoh peranan ilmu kimia dalam mengatasi masalah lingkungan hidup:
a) Tumpahan minyak dilaut dapat dibersihkan dengan menambah bahan kimia dan memprosesnya sehingga minyak tumpahan tersebut dapat digunakan kembali.
b) Mencari kemungkinan bahan-bahan lain sebagai pengganti bahan bakar minyak yang merupakan salah satu bahan pencemaran.
c) Mengolah kembali sampah-sampah plastik menjadi bahan yang lebih berguna, misalnya: peralatan rumah tangga dari bahan plastik.


4. Pengertian pencemaran udara:
Pencemaran udara adalah kondisi udara yang tercemar dengan adanya bahan, zat-zat asing atau komponen lain di udara yang menyebabkan berubahnya tatanan udara oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam , sehingga kualitas udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannnya.





5. Sumber pencemaran udara:
a) Pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor yang tidak sempurna,
b) Kegiatan dibidang pertanian, peternakan, kesehatan, dengan menggunakan bahan-bahan kimia,
c) Kegiatan dalam industry yang menggunakan pembakaran dan reaksi kimia,
d) Sampah padat,
e) Kebakaran hutan,
f) Gunung meletus,
g) Gempa bumi.
h) Kebocoran tangki klor
i) Timbulnya gas metana dari tempat pembuangan sampah
j) Uap pelarut organik


6. Bahan pencemar (polutan) udara :
1) Gas Sulfur Dioksida (SO2)
2) Gas Hidrogen Sulfa (H2S)
3) Gas Nitrogen Oksida (N2O), Nitrogen Monoksida (NO), Nitrogen Dioksida (NO2)
4) Gas Amoniak (NH3)
5) Gas Karbon Dioksida (CO2), Karbon Monoksida (CO), hidrokarbon.
6) Partikel debu
7) Partikel Benzen
8) Partikel polutan bersifat biologis seperti bakteri, jamur, virus, telus cacing
9) Particulate matter (PM10)
10) Timbal (Pb)
11) Merkuri (Hg)


7. Usaha-usaha untuk mencegah adanya pencemaran udara :
1) Menghilangkan materi pertikulat dari udara buangan
2) Mengontrol emisi polutan dari berbagai sumber dikurangi
3) Lokasi perindustrian yang tepat
4) Pendidkan kepada masyarakat tentang bahaya pencemaran dan pencegahnnya
5) Pengawasan tempat pembuangan sampah
6) Sangsi bagi pelanggar


8. Pemanasan Global dan penyebabnya :
Pemanasan global adalah meningkatnya suhu rata-rata bumi karena efek rumah kaca dan gas-gas lain di atmosfer yang dapat menyebabkan berbagai masalah dan perubahan pada alam.
Penyebabnya : gas-gas rumah kaca seperti ( karbon dioksida, metan / metana, nitrat oksida, hidro chloro carbon, chloro flouro karbon ) akibat aktivitas manusia melalui efek rumah kaca.

9. Global Warming mengakibatkan perubahan cuaca yang tidak menentu karena:
Karena pada pemanasan global terjadi dengan adanya efek rumah kaca yang mengakibatkan sinar matahari yang telah masuk tidak dapat keluar lagi sehingga bumi menjadi panas , selain itu juga mengakibatkan penipisan ozon yang ada di atmosfer yang disebabkan karena penggunaan CFC pada AC, Kulkas, Pendingin, dll. Sehingga masing-masing tidak berfungsi sebagaimana mestinya dan menimbulkan berbagai masalah seperti perubahan cuaca yang tidak menentu tersebut.


10. Cara mencegah Global Warming :
1. Meminimalisir penggunaan AC
2. Menghemat listrik atau menggunakan lampu hemat energi
3. Jadilah vegetarian
4. Melakukan reboisasi pada hutan yang gundul
5. Tidak membuang sampah sembarangan
6. Melakukan uji emisi pada kendaraan bermotor
7. Menggunakan pengharum tubuh secukupnya.
8. Pembuangan sampah metode atau sistem sanitary lndfill.
9. memperketat penentuan ambang batas Ranangmor pemroduksi gas buang CO2.


11. Dampak pemanasan Global:
 Menambah volume air laut sehingga permukaanya naik, dan akan terjadi banjir di daerah pesisir atau pantai dan daat menenggelamkan pulau-pulau dan kota-kota besar di tepi laut.
 Meningkatkan penyebaran penyakit menular
 Curah hujan di daerah tropis lebih tinggi
 Tanah menjadi lebih cepat kering walaupun sering terjadi hujan
 Sering terjasi angin besar diberbagai tempat
 Berpindahnya hewan ketempat yang lebih dingin
 Musnahnya makhluk hidup yang tidak bisa beradaptasi dengan suhu yang lebih tinggi.
 Iklim tidak stabil.


12. Green House Effect :
Peristiwa tertahannya panas matahari di lapisan atmosfir bumi bagian bawah oleh gas-gas rumah kaca yang membentuk lapisan diatmosfer. Energi yang diserap bumi dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi infra merah oleh awan dan permukaan bumi. Namun, sebagian besar infra merah yang dipancarkan oleh bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas lainnya untuk dikembalikan kepermukaan bumi.





13. Penyebab dari Green House Effect :
Effect rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya seperti ( metan / metana, nitrat oksida, hidro chloro karbon, chloro flouro karbon ) di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya.


14. Akibat dari Green House Effect :
Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrim dibumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurungi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida diatmosfer. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapat pengaruh yang sangat besar.


15. Terjadinya Hujan Asam :
Peristiwa hujan asam dapat terjadi karena hujan secara alami bersifat asam yang mempunyai Ph kurang lebih 5,6 dan bersifat asam lemah,hal tersebut masih bermanfaat karena dapat melarutkan mineral dalam tanah yang dibutuhkan tumbuhan dan hewan. Diudara, CO2 bereaksi dengan gas sulfur diokside emissions dari pabrik-pabrik dan bercampur dengan H2O sehingga menghasilkan H2SO4. Dan dari penambahan polutan tersebut maka keasaman air hujan akan meningkat dan bercampur dengan air, maka terjadilah hujan asam. Jika air hujan tersebut masuk dan meresap kedalam tanah, maka akan terion dan bereaksi dengan hydrogen, calcium, magnesium, sulphate, aluminium makan akan menimbulkan pencemaran pada air.